Inti Berita:
• Mahasiswa KKN Universitas Yudharta Pasuruan menghadirkan cerobong pembakaran sampah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, sebagai solusi sederhana untuk mengurangi dampak asap dari pembakaran sampah terbuka.
• Selain membangun fasilitas tersebut, mahasiswa juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan serta menjalankan berbagai program pemberdayaan selama pelaksanaan KKN.
SUARA TRENGGALEK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Yudharta Pasuruan menghadirkan inovasi berupa cerobong pembakaran sampah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya mengurangi dampak asap dari kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka yang masih dilakukan sebagian masyarakat.
Program yang berlangsung selama 27 Juni hingga 27 Juli 2026 itu menjadi salah satu program unggulan kelompok KKN yang dipimpin Koordinator Desa (Kordes), Zainur Rozikin atau Rozi, bersama 24 mahasiswa.
Rozi menjelaskan, ide pembuatan cerobong pembakaran sampah muncul setelah tim melakukan observasi pada awal pelaksanaan KKN.
Hasil pengamatan menunjukkan masih banyak warga yang mengelola sampah rumah tangga dengan cara dibakar di ruang terbuka sehingga asapnya mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Kami melihat pembakaran sampah masih menjadi kebiasaan masyarakat. Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi sederhana berupa cerobong pembakaran agar asap tidak langsung menyebar ke lingkungan sekitar,” ujar Rozi.
Dirancang Sederhana dan Mudah Diterapkan
Cerobong pembakaran tersebut dirancang menggunakan konsep sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh masyarakat.
Melalui desain tersebut, asap hasil pembakaran diarahkan ke ketinggian tertentu sehingga penyebarannya lebih terkendali dan tidak langsung mengenai permukiman warga.
Selain membangun fasilitas, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sosialisasi dilakukan agar masyarakat tidak hanya memanfaatkan cerobong pembakaran, tetapi juga mulai menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Harapan kami bukan sekadar membuat cerobong pembakaran sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan,” tambah Rozi.
Jalankan Beragam Program Pemberdayaan
Selain program cerobong pembakaran sampah, kelompok KKN Universitas Yudharta Pasuruan juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut meliputi Rumah Pintar berupa les privat bagi anak-anak, pembuatan pupuk organik dari bonggol pisang, pembuatan sabun antiseptik berbahan tanaman toga, pengembangan aplikasi Bibit Express sebagai media pemasaran produk usaha masyarakat, mengajar di TPQ dan Madin.
Mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SLTA, senam rutin bersama warga, kegiatan Jumat Bersih (roan masjid), seminar affiliate marketing, mengikuti kegiatan santunan di setiap dusun, hingga pendampingan Posyandu.
Rozi mengakui pelaksanaan KKN sempat menghadapi sejumlah kendala pada tahap awal. Observasi lapangan belum berjalan maksimal akibat keterbatasan waktu dan jarak.
Namun, dukungan perangkat desa, mitra, dan masyarakat membuat seluruh program akhirnya dapat direalisasikan sesuai target.
“Kami sangat bersyukur masyarakat menerima dan mendukung setiap program yang kami jalankan. Semoga setelah KKN selesai, cerobong pembakaran sampah maupun program-program lainnya dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan menjadi kebiasaan baik bagi masyarakat Desa Kedunglurah,” pungkas Rozi.











