Inti Berita:
• Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek mendapat tambahan waktu hingga 30 Juli 2026 untuk menyelesaikan pekerjaan finishing dan penataan kawasan.
• Meski demikian, progres pembangunan telah mencapai 86,44 persen, dan gedung yang diprioritaskan untuk kegiatan belajar mengajar dipastikan siap digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
• Sekolah berkonsep pendidikan terpadu ini nantinya mampu menampung hingga 1.080 siswa dengan fasilitas lengkap, mulai ruang kelas, laboratorium, asrama, hingga sarana olahraga.
SUARA TRENGGALEK – Target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Trenggalek mengalami penyesuaian.
Semula proyek senilai sekitar Rp225 miliar itu ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, namun kini mendapat tambahan waktu pengerjaan hingga 30 Juli 2026.
Perpanjangan waktu atau adendum tersebut diberikan untuk menyelesaikan pekerjaan tahap akhir (finishing) dan penataan kawasan (landscape).
Meski demikian, bangunan yang diprioritaskan untuk kegiatan belajar mengajar dipastikan siap digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
Progres Pembangunan Capai 86,44 Persen
Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Adiguna Akbar, mengatakan progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 86,44 persen.
Beberapa bangunan utama bahkan telah memasuki tahap fungsional, di antaranya gedung SMP, gedung serbaguna, dan masjid.
“Progres pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek sudah 86,44 persen. Sudah ada beberapa bangunan yang fungsional seperti gedung serbaguna, gedung SMP, kemudian gedung masjid,” kata Alivio.
Menurutnya, seluruh pekerjaan terus dipercepat agar operasional sekolah dapat berjalan sesuai target pemerintah pusat.

Pekerjaan Finishing hingga Landscape Dikebut
Alivio menjelaskan, pihak kontraktor telah menerima instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum mengenai penambahan waktu pelaksanaan proyek hingga akhir Juli 2026.
Perpanjangan tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan finishing bangunan sekaligus penataan lingkungan sekolah.
“Kemarin kami ada instruksi dari pihak Pekerjaan Umum akan ada adendum waktu sampai dengan 30 Juli 2026. Ini sudah mulai proses finishing sama pekerjaan landscape,” ujarnya.
Meski proyek secara keseluruhan belum rampung, gedung SMP menjadi salah satu fasilitas yang diprioritaskan agar bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
“Nanti Juli akan kami pastikan bisa ditempati sesuai dengan target yang telah disepakati,” tambahnya.

Asrama dan Fasilitas Pendukung Tahap Penyelesaian
Selain ruang kelas, pembangunan asrama siswa juga masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Sekolah Rakyat Trenggalek dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan fasilitas belajar dan tempat tinggal siswa dalam satu kompleks.
Di dalam kawasan tersebut akan tersedia gedung SD, SMP, SMA, delapan asrama siswa, dua asrama guru, masjid, gedung serbaguna, hingga laboratorium yang terintegrasi di setiap jenjang pendidikan.
“Untuk asrama masih proses finishing. Ini diperuntukkan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027,” jelas Alivio.
Tak hanya itu, sekolah juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium kimia dan biologi, jalur khusus penyandang disabilitas, lapangan mini soccer, hingga lapangan basket.

Mampu Tampung 1.080 Siswa
Sekolah Rakyat Trenggalek dibangun di atas lahan sekitar 5,8 hektare dari total dokumen lahan seluas 6,1 hektare.
Kompleks pendidikan tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi ke dalam 36 ruang kelas, dengan kapasitas 30 siswa setiap kelas.
Sementara itu, asrama siswa dirancang memiliki kapasitas antara belasan hingga sekitar 20 penghuni setiap kamar. Penempatan asrama putra dan putri juga dibuat terpisah.
Alivio menambahkan, desain gerbang utama sekolah mengusung konsep kearifan lokal Trenggalek agar identitas daerah tetap tercermin dalam kawasan pendidikan tersebut.
“Sebisa mungkin Sekolah Rakyat menjadi gerbang ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Investasi Rp 225 Miliar di Trenggalek
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek merupakan bagian dari proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur Paket 4 dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,2 triliun.
Sementara khusus pembangunan di Kabupaten Trenggalek, nilai investasi proyek mencapai sekitar Rp225 miliar sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berasrama bagi masyarakat.











