PERISTIWA

Terapkan Metode Pendataan Berbasis Digital, Sensus Ekonomi di Trenggalek Capai 12 Persen

×

Terapkan Metode Pendataan Berbasis Digital, Sensus Ekonomi di Trenggalek Capai 12 Persen

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar saat menyampaikan progres perkembangan sensus ekonomi 2026.
Inti Berita:
Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek capai 12 persen sejak dimulai pada 15 Juni 2026.
Sebanyak 1.112 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Pendataan kini menggunakan aplikasi digital dan didukung layanan pendataan mandiri melalui CAWI, sehingga lebih efisien dan mudah divalidasi.

SUARA TRENGGALEK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai sekitar 12 persen sejak dimulai pada 15 Juni 2026.

Pendataan petugas dilakukan secara digital menggunakan aplikasi berbasis gawai dengan melibatkan 1.112 petugas yang disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.

Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar, mengatakan capaian tersebut diraih dalam sekitar 10 hari pertama pelaksanaan sensus.

Meski demikian, petugas sempat menghadapi sejumlah kendala teknis pada awal pelaksanaan.

“Ini sudah hampir dua minggu. Kita mulai tanggal 15, sekarang tanggal 25. Capaian kita sekitar 12 persen dari total yang akan kita data nantinya. Itu tentu menjadi tantangan sendiri untuk teman-teman di lapangan karena di awal-awal banyak mengalami kendala, terutama terkait gadget yang dipakai. Mudah-mudahan ke depannya akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Pendataan Beralih Sepenuhnya ke Sistem Digital

Abu Amar menjelaskan, dalam Sensus Ekonomi 2026 BPS tidak lagi menggunakan kuesioner berbasis kertas. Seluruh proses pendataan rumah tangga maupun usaha kini dilakukan melalui aplikasi digital yang dikembangkan BPS.

Menurutnya, sistem tersebut membuat proses pendataan menjadi lebih efisien sekaligus mempermudah validasi data sejak awal pengisian.

“Sekarang kita dalam pendataan rumah tangga maupun usaha sebagian besar menggunakan gadget dengan aplikasi yang dibuat BPS. Ini salah satu bentuk efisiensi karena sudah tidak melakukan pencetakan kuesioner lagi,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan aplikasi digital memungkinkan petugas mengetahui kesalahan pengisian secara langsung sehingga proses pengolahan data menjadi lebih cepat.

“Kalau dulu menggunakan paper, kesalahan pengisian baru diketahui saat pengolahan. Sekarang warning sudah muncul sejak awal. Pengolahan datanya juga jauh lebih efisien dan tidak membutuhkan banyak tenaga,” jelasnya.

Selain metode door to door, BPS juga menyediakan pendataan mandiri melalui sistem Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI). Melalui metode tersebut, pelaku usaha dapat mengisi data secara daring melalui laman resmi BPS.

Libatkan 1.112 Petugas

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Trenggalek mengerahkan sebanyak 1.112 petugas lapangan yang bertugas melakukan pencacahan di seluruh wilayah.

“Kalau total kita sekitar 1.112 petugas yang kita kerahkan ke lapangan di seluruh wilayah Trenggalek,” ungkap Abu Amar.

Ia menjelaskan, setiap petugas telah mendapatkan wilayah kerja berdasarkan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau setingkat RT sehingga tidak terjadi tumpang tindih maupun wilayah yang terlewat.

“Nanti penugasannya sudah dibagi per SLS atau RT. Jadi tidak sampai ada yang terlewat maupun dobel pendataan karena sudah ada tugasnya masing-masing,” katanya.

Para petugas tersebut dikontrak selama pelaksanaan sensus, yakni mulai 15 Juni hingga Agustus 2026 atau sekitar dua setengah bulan.

Target 12 Kepala Keluarga per Hari

Dalam pelaksanaan di lapangan, setiap petugas ditargetkan mendata sekitar 12 kepala keluarga per hari. Secara keseluruhan, satu petugas memiliki tanggung jawab mendata sekitar 400 kepala keluarga selama masa sensus.

“Dari target yang ada, setiap hari sekitar 12 KK. Kalau totalnya kurang lebih sekitar 400-an KK per petugas,” jelas Abu Amar.

Memetakan Potensi Ekonomi Daerah

Menurut Abu Amar, tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah memperbarui basis data ekonomi sekaligus memetakan potensi ekonomi di setiap wilayah di Kabupaten Trenggalek.

Hasil sensus nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

“Tujuan sensus ekonomi ini tentu memperbaiki data-data dan mengetahui potensi ekonomi di setiap wilayah. Misalnya wilayah A potensinya di sektor tertentu, wilayah B berbeda lagi. Potensi ekonomi setiap wilayah itulah yang nantinya akan tergambarkan dari hasil sensus ekonomi,” pungkasnya.