PERISTIWA

Satkamling Hasta Manunggal Trenggalek Raih Juara III Tingkat Nasional

×

Satkamling Hasta Manunggal Trenggalek Raih Juara III Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Salah satu siskamling Desa Tawing di Kecamatan Munjungan.
Inti Berita:
• Satkamling Hasta Manunggal Desa Tawing berhasil meraih juara III Satkamling Teladan tingkat nasional setelah sebelumnya menjadi juara pertama tingkat Polres Trenggalek dan tingkat provinsi.
• Prestasi tersebut tidak lepas dari peran masyarakat dalam menjaga keamanan, memperkuat gotong royong, serta mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.

SUARA TRENGGALEKSatkamling Hasta Manunggal, Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berhasil meraih juara III Satkamling Teladan tingkat nasional.

Prestasi tersebut menjadikan Satkamling Hasta Manunggal sebagai satu-satunya perwakilan Jawa Timur dalam ajang tersebut. Mereka mampu menyisihkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Penganugerahan piala dan piagam penghargaan berlangsung dalam Awarding Day yang dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepala Desa Tawing, Krisnowo, mengatakan keberadaan Satkamling memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari meminimalisasi potensi kejahatan hingga memperkuat kebersamaan dan gotong royong warga.

“Yang jelas ya minimalisasi kejahatan, kebersamaan kegotongroyongan masyarakat memang luar biasa,” kata Krisnowo.

Menurutnya, Satkamling juga memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Terlebih, kondisi geografis Desa Tawing rawan banjir dan tanah longsor.

“Apabila terjadi banjir atau tanah longsor rawan. Kemudian terkait penanganan bencana lebih cepat, lebih efisien karena di Desa Tawing letak geografisnya sangat labil,” ujarnya.

Miliki 12 Pos Kamling

Krisnowo menjelaskan, Desa Tawing memiliki 12 pos kamling besar yang tersebar di masing-masing RW. Sejumlah pos tersebut juga telah dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk kamera pengawas atau CCTV.

Penjagaan dilakukan masyarakat selama 24 jam. Selain menjaga keamanan, keberadaan pos kamling juga menjadi sarana komunikasi antarwarga.

Persoalan yang masih berskala kecil diupayakan dapat diselesaikan terlebih dahulu di tingkat RW masing-masing.

“Intinya adanya pos kamling itu mempermudah komunikasi kita antarsesama warga. Setiap ada masalah skala kecil kita selesaikan di tingkat RW masing-masing,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional pos kamling, warga juga melakukan iuran secara sukarela. Setiap Jumat, masyarakat menyisihkan uang untuk kebutuhan penjagaan maupun fasilitas di pos kamling.

Krisnowo menegaskan, seluruh fasilitas pos kamling di Desa Tawing lahir dari swadaya masyarakat. Pemerintah desa berperan memfasilitasi dan mengoordinasikan kebutuhan warga.

Gotong Royong Jadi Kekuatan

Menurut Krisnowo, budaya gotong royong masih sangat kuat di Desa Tawing. Hal tersebut terlihat ketika terjadi bencana, termasuk tanah longsor dan banjir.

“Kalau terkait dengan kultur, gotong royong itu sangat melekat sekali. Terbukti setiap kebencanaan, paling tinggi swadaya masyarakat itu Desa Tawing,” ungkapnya.

Warga secara bersama-sama menangani bencana, termasuk longsor di kawasan pinggiran hutan dan pembuatan tanggul untuk mengantisipasi banjir.

Semangat swadaya tersebut juga dilakukan dalam pembangunan infrastruktur. Salah satunya pengaspalan jalan dengan dukungan bantuan aspal dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Ada fasilitas bantuan dari Pemkab Trenggalek, ada aspal 30 drum. Kita swadayakan. Yang penting kita gunakan asas keterbukaan,” akuinya.

Ia mengatakan pemerintah desa menerapkan keterbukaan dalam pengelolaan bantuan dan kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Tidak ada yang perlu kita tutupi. Masyarakat bebas mempertanyakan asal-usulnya. Kami memang terbuka,” tegasnya.

Pernah Juara Tingkat Jawa Timur

Prestasi Satkamling bukan kali pertama diraih Desa Tawing. Krisnowo menyebut pihaknya pernah menjadi juara pertama di tingkat Polda Jawa Timur pada 2019.

Desa Tawing kemudian kembali meraih prestasi di tingkat provinsi dan berkesempatan mewakili Jawa Timur dalam kompetisi Satkamling tingkat nasional.

Untuk gelaran tahun ini, proses seleksi diawali dari surat edaran Polres Trenggalek. Desa Tawing kemudian mempersiapkan Satkamling Hasta Manunggal, salah satunya di Dusun Gabahan.

Setelah meraih juara pertama di tingkat Polres Trenggalek, Satkamling Hasta Manunggal melaju ke tingkat provinsi dan kembali menjadi juara pertama. Prestasi tersebut mengantarkan mereka menjadi wakil Jawa Timur di tingkat nasional.

“Polres Trenggalek juara satu mewakili, lalu ke provinsi. Provinsi juara satu sehingga kita mewakili dikirim ke pusat,” jelasnya.

Berharap Dukungan Pemerintah Berkelanjutan

Atas capaian tersebut, Krisnowo berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap keberadaan pos kamling terus ditingkatkan.

Menurutnya, pos kamling tidak hanya dibutuhkan ketika ada perlombaan.

Keberadaannya harus berkelanjutan karena memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda.

“Semakin tinggi tingkat kriminalitas, itu perlu kita tingkatkan. Apalagi di zaman hari ini kenakalan remaja luar biasa. Perlu kita wadahi remaja dan juga kita antisipasi, salah satunya pos kamling,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk melengkapi fasilitas pos kamling yang belum tersedia.

“Harapan kami dari pemerintah paling tidak ada apresiasi BKK atau yang lain untuk menunjang kelengkapan fisik pos kamling kami karena kami sangat terkendala, apalagi infrastruktur kami yang luas dan terbatas,” katanya.

Krisnowo juga meminta program maupun lomba pos kamling yang digelar pemerintah dan kepolisian tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Terkait lomba pos kamling ini, baik dari gubernur atau kepolisian, harapan kami jangan hanya berhenti di sini. Jangan hanya diperlukan di saat-saat tertentu. Harapan kami berkelanjutan atau berkesinambungan,” harapnya.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah juga diperlukan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana di Desa Tawing. Sebab, wilayah tersebut menjadi daerah muara banjir dari kawasan utara dan timur.

“Apabila ada bencana, ada luapan yang luar biasa. Itulah harapan kami, semoga bisa memperhatikan daerah rawan bencana dan menunjang pos kamling bisa lebih bermanfaat lagi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya menyampaikan apresiasi atas prestasi Satkamling Hasta Manunggal.

“Menjadi kebanggaan buat kita semua. Membawa nama baik Trenggalek di tingkat nasional,” ujarnya.