SUARA TRENGGALEK – Semen mortar sering dipilih karena menawarkan cara kerja yang lebih praktis. Campuran yang sudah dibuat dengan komposisi tertentu membuat Anda tidak perlu menyiapkan banyak material.
Meski begitu, mortar bukan berarti bisa diaplikasikan sembarangan. Kesalahan saat mencampur atau menggunakannya tetap dapat memengaruhi kondisi bangunan. Apa saja dampak yang mungkin terjadi? Mari cek dan hindari saat aplikasi!
Ini Tanda Aplikasi Mortar pada Bangunan Anda Kurang Maksimal!
Penggunaan mortar memang dapat membantu pekerjaan konstruksi menjadi lebih efisien. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada cara aplikasi di lapangan. Jika ada tahapan yang terlewat permukaan dinding bisa menunjukkan beberapa tanda seperti berikut!
1. Munculnya Retak Rambut
Retak rambut biasanya terlihat seperti garis-garis tipis pada permukaan dinding. Ukurannya memang kecil, tetapi jangan langsung menganggapnya sebagai masalah sepele. Kemunculan retak dapat berkaitan dengan penyusutan material, kondisi permukaan, dan aplikasi yang kurang tepat.
Penggunaan mortar dengan cara yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan risiko munculnya retak pada lapisan.
2. Terjadi Pengelupasan
Lapisan mortar yang mengelupas dapat membuat tampilan dinding menjadi kurang menarik. Pada kondisi tertentu, pengelupasan juga bisa membuat lapisan finishing di atasnya ikut terganggu.
Masalah ini umumnya berkaitan dengan daya rekat yang kurang baik antara mortar dan permukaan dinding. Karena itu, persiapkan permukaan dengan baik sebelum mortar diaplikasikan.
3. Dinding Terlihat Bergelombang
Dinding yang seharusnya rata bisa terlihat bergelombang setelah proses pengerjaan selesai. Kondisi ini tentu dapat mengganggu estetika, terutama ketika dinding akan diberi lapisan cat atau finishing lain.
Salah satu penyebabnya adalah ketebalan mortar yang tidak konsisten. Aplikasi yang terlalu tebal pada satu area juga dapat menghasilkan permukaan yang tidak seragam.
4. Dinding Melepuh Karena Uap Air yang Tertahan
Dinding yang terlihat melepuh atau muncul gelembung pada permukaannya dapat menjadi tanda adanya kelembapan yang tertahan. Air atau uap air yang terperangkap di balik lapisan dapat memberikan tekanan pada material finishing.
Masalah ini tidak selalu disebabkan oleh mortar saja. Kondisi dinding, sumber kelembapan, ventilasi, hingga proses pengeringan juga perlu Anda periksa. Jika tanda tersebut muncul, sebaiknya cari sumber kelembapannya terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan.
Masalah di atas sangat mungkin terjadi saat aplikasi mortar salah dan tidak sesuai ketentuan. Karena itu, tetap cek dan perhatikan metode meskipun mortar dikenal mudah untuk diaplikasikan.
Langkah Tepat Aplikasi Mortar pada Bangunan Anda!
Setelah mengetahui beberapa tandanya, Anda tentu tidak ingin masalah serupa terjadi pada hunian, bukan? Kabar baiknya, proses aplikasi mortar dapat dibuat lebih terkontrol dengan memperhatikan beberapa hal sederhana seperti:
1. Hilangkan Permukaan dari Debu dan Kotoran Sebelum Aplikasi
Sebelum semen mortar digunakan, pastikan bidang yang akan dikerjakan berada dalam kondisi bersih. Debu, pasir, minyak, sisa material, atau kotoran lain sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu.
Permukaan yang bersih membantu mortar mendapatkan kontak yang lebih baik. Jangan terburu-buru mengaplikasikan material hanya karena ingin pekerjaan cepat selesai, ya!
2. Takaran Air Harus Sesuai dengan Petunjuk Produk
Mortar instan tetap membutuhkan air dalam proses pencampurannya. Namun, bukan berarti semakin banyak air akan membuat adukan semakin mudah digunakan. Takaran yang tidak tepat justru dapat memengaruhi karakter dan performa mortar.
Anda perlu menggunakan jumlah air sesuai petunjuk pada kemasan produk. Campurkan secara merata sampai diperoleh adukan dengan konsistensi yang sesuai.
3. Hindari Penambahan Lem atau Pasir pada Produk Mortar
Mortar instan sudah dirancang dengan komposisi material tertentu. Anda tidak perlu menambahkan bahan lain seperti pasir atau lem secara sembarang. Penambahan material di luar rekomendasi dapat mengubah karakter campuran.
Alih-alih membuat mortar menjadi lebih kuat, campuran tambahan justru berpotensi membuat hasil aplikasi tidak sesuai dengan performa yang diinginkan. Karena itu, sangat penting untuk menggunakan produk sebagaimana petunjuk penggunaannya.
4. Tentukan Ketebalan Aplikasi Sesuai Anjuran Produk
Ketebalan mortar juga tidak boleh diabaikan. Aplikasi yang terlalu tebal atau terlalu tipis dapat memengaruhi hasil akhir. Setiap produk memiliki rekomendasi penggunaan yang berbeda.
Sebelum bekerja, periksa ketentuan aplikasi pada produk yang digunakan. Sesuaikan ketebalan dengan kebutuhan bidang dan metode pengerjaan. Dengan begitu, penggunaan material menjadi lebih efisien dan hasil permukaan dapat lebih rapi.
Mortar memang menawarkan kepraktisan dalam pekerjaan konstruksi. Namun, praktis bukan berarti bebas dari aturan aplikasi. Kebersihan permukaan, takaran air, komposisi campuran, serta ketebalan aplikasi tetap perlu diperhatikan.
Aplikasikan Semen Mortar Sika untuk Keberhasilan Konstruksi Anda!
Untuk mendukung pekerjaan pembangunan atau renovasi hunian, Anda dapat mempertimbangkan produk mortar dari Sika. Salah satunya adalah SikaWall®-181 Skim Coat. Mortar ini dapat diaplikasikan pada beton dan permukaan plesteran.
Tak hanya itu, material mampu mencegah retak rambut, memiliki hasil akhir yang mulus, serta tidak memerlukan plamir untuk cat dasar. Kemudian, produk juga mudah diaplikasikan dengan menambah air dan memiliki daya lekat sangat baik.
Produk-produk Sika bisa mendukung bangunan Anda karena kualitasnya. Bagaimana tidak? Sika telah memiliki pengalaman selama 115 tahun dalam menghandle proyek global seperti Apurva Kempinski di Bali.
Tak hanya itu, Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Itulah mengapa Anda bisa mempercayakan konstruksi bangunan bersama Sika dengan dapatkan produk segera di Shopee Official Store Sika.
Jangan lupa, cek juga informasi lengkap lainnya di laman Sika Indonesia! Siap memulai konstruksi? Dukung proyek Anda bersama semen mortar Sika yang berkualitas!











