Inti Berita:
• DLH Trenggalek menggelar uji emisi terhadap sekitar 250 kendaraan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup.
• Sebagian besar kendaraan lolos uji, namun tiga kendaraan dinas tercatat tidak memenuhi standar emisi.
• Uji emisi mengukur kadar CO, HC, dan kepekatan asap sesuai jenis kendaraan.
SUARA TRENGGALEK – Pelaksanaan uji emisi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek menemukan sedikitnya tiga kendaraan dinas tidak lolos pengecekan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup tersebut diikuti ratusan kendaraan roda dua dan roda empat milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat umum.
Sejak pagi, deretan kendaraan berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek terlihat bergantian menjalani pemeriksaan emisi.
Program ini menargetkan sekitar 250 kendaraan untuk diuji guna memastikan tingkat emisi gas buang masih sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Pengendali Dampak Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Trenggalek, Zainul Muttaqin mengatakan antusiasme OPD dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Berjalan dengan lancar, antusiasme dari teman-teman OPD cukup luar biasa. Kami menyurati 25 dinas di Trenggalek dengan mengirimkan lima motor dan dua mobil kendaraan operasional dinas untuk diuji emisinya,” ujar Zainul.
Mayoritas Kendaraan Lolos Uji Emisi
Dari hasil pemeriksaan sementara, mayoritas kendaraan dinyatakan memenuhi baku mutu emisi. Namun, petugas masih menemukan beberapa kendaraan yang menghasilkan emisi melebihi ambang batas.
“Yang sudah uji emisi ratusan kendaraan dan 99 persen lolos semua,” katanya.
Data sementara menunjukkan sekitar tiga kendaraan dinas tidak memenuhi standar emisi yang ditentukan.
Menurut Zainul, metode pengujian disesuaikan dengan jenis bahan bakar kendaraan. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin, petugas mengukur kadar karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC).
Sedangkan kendaraan berbahan bakar solar juga diperiksa tingkat kepekatan asapnya.
“Untuk yang bensin yang diuji monoksida atau CO dan hidrokarbon HC. Untuk yang solar ada tiga yang diuji, monoksida, hidrokarbon, dan juga kepekatan asap,” jelasnya.
Perawatan Kendaraan Berpengaruh pada Hasil Emisi
Sementara itu, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Trenggalek, Hendra Sanggara, menjelaskan bahwa standar kelulusan uji emisi mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2023.
Menurutnya, batas emisi berbeda-beda tergantung kategori kendaraan, jenis bahan bakar, hingga tahun pembuatan kendaraan.
“Untuk baku mutu uji emisi diatur dalam Permen Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2023. Dikategorikan sesuai jenis kendaraan, kategori M, N, O dan L,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, hasil uji emisi sangat dipengaruhi oleh kondisi dan perawatan kendaraan.
“Pasti terkait dengan hasil emisi itu pengaruh terhadap perawatan kendaraan. Kendaraan yang perawatan rutin mungkin lebih bagus daripada yang tidak melakukan perawatan,” ujarnya.
Hingga siang hari, sekitar 200 kendaraan telah menjalani pemeriksaan, terdiri dari 150 sepeda motor dan 50 mobil. Pada kendaraan diesel ditemukan variasi hasil yang cukup signifikan, mulai dari yang memiliki emisi sangat rendah hingga yang melebihi ambang batas.
Peserta Dapat Bibit Durian dan Alpukat
Selain pemeriksaan emisi, DLH juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 50 peserta pertama mendapatkan bibit pohon durian musang king dan alpukat.
Pelaksana Tugas Sekretaris DLH Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, mengatakan pembagian bibit pohon merupakan simbol upaya mengimbangi emisi karbon melalui penghijauan.
“Bibit pohon ini kami ambilkan bibit yang berkualitas. Bibit itu sebagai kompensasi karena menghasilkan karbon dan sebagai penyerapan karbon,” katanya.
Menurut Ariyoga, uji emisi tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kendaraan saat ini, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas udara.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pengendalian emisi dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Kabupaten Trenggalek.











