PERISTIWA

Dapur MBG Berhenti Selama Libur Sekolah, Relawan SPPG di Trenggalek Cari Penghasilan Sampingan

×

Dapur MBG Berhenti Selama Libur Sekolah, Relawan SPPG di Trenggalek Cari Penghasilan Sampingan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Relawan SPPG saat melakukan proses pemorsian menu mbg. (Dok. Istimewa).
Inti Berita:
• Operasional dapur MBG di Trenggalek berhenti sementara selama libur sekolah sekitar tiga minggu.
• Relawan tidak menerima honor selama masa libur dan sebagian kembali menekuni pekerjaan sampingan.
• Di SPPG Ngadisuko terdapat sekitar 1.700 penerima manfaat yang sementara tidak menerima layanan MBG.

SUARA TRENGGALEK – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek berhenti sementara selama masa libur sekolah.

Kondisi tersebut membuat sejumlah relawan kembali menekuni pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Salah satu relawan SPPG Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Ahmad Baha’uddin, membenarkan bahwa aktivitas dapur MBG tempatnya bertugas saat ini berhenti total mengikuti kalender libur sekolah.

“Kalau kondisinya saat ini SPPG tidak beroperasi ya. Artinya memang running-nya tidak dijalankan karena memang distop dulu. Kalau di pengumuman itu sekitar tiga minggu sampai masuk sekolah kembali,” ujar Baha’uddin, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, selama operasional dihentikan para relawan tidak menerima honor atau gaji karena tidak ada aktivitas pelayanan yang dijalankan.

Relawan Kembali Tekuni Pekerjaan Sampingan

Baha’uddin mengaku memanfaatkan masa libur tersebut dengan kembali menjalani pekerjaan sampingannya di sektor konveksi.

“Kembali melakukan aktivitas saya sehari-hari. Alhamdulillah masih ada pekerjaan sampingan saya, yaitu kerja di konveksi,” ungkapnya.

Meski operasional dapur berhenti, ia menyebut masih ada beberapa petugas yang tetap bertugas, terutama kepala dapur dan petugas keamanan.

“Ini selama libur tidak dapat gaji, karena ya tidak bekerja. Kalau dari informasi yang saya ketahui, yang tetap masuk itu sebatas kepala dapurnya sama keamanan atau satpamnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada instruksi khusus dari pengelola SPPG terkait masa libur tersebut. Pihak manajemen hanya mengumumkan penghentian sementara operasional sebelum libur sekolah dimulai.

“Hanya memang di beberapa pertemuan terakhir itu pengumumannya nanti insyaallah kita akan stop running dulu. Sebatas itu saja,” katanya.
Berdampak ke Relawan hingga Penerima Manfaat

Baha’uddin menilai penghentian sementara operasional SPPG tidak hanya berdampak pada relawan, tetapi juga seluruh ekosistem program MBG.

Menurutnya, dampak tersebut dirasakan oleh staf, mitra, pemasok bahan pangan, hingga penerima manfaat program.

“Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, tentu dampaknya kepada keseluruhan karyawan, staf, mitra, dan supplier. Pun juga penerima manfaat B3, seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui juga berhenti,” paparnya.

Di SPPG Ngadisuko sendiri terdapat sekitar 1.700 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat berhentinya operasional dapur, Baha’uddin menegaskan tidak ada PHK yang terjadi.

“Kalau di-PHK sejauh ini belum ada ya. Cuma mungkin ada yang resign memang. Adanya relawan yang resign, kalau untuk PHK tidak ada,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap segmentasi penerima manfaat program MBG agar pelaksanaannya ke depan semakin tepat sasaran.

“Sebetulnya kalau dibenahi, mungkin dari penerima manfaatnya bisa dikaji ulang kembali. Ya, mungkin ini ranahnya pemerintah ya, karena kita kan sebagai rakyat, ya usul di negara demokrasi ini,” pungkasnya.

Operasional Libur Mengacu Surat Edaran

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldy, menjelaskan penghentian sementara operasional SPPG selama masa libur sekolah mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026.

Surat tersebut berisi tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

“Mengikuti menyongsong kegiatan hari libur sekolah itu untuk proses memasak atau distribusi kita libur total,” ujar Imam Waldy.

Pria yang akrab disapa Kimpling itu mengatakan seluruh penerima manfaat MBG juga ikut libur sementara selama operasional dapur dihentikan.

Mulai dari peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita untuk sementara tidak menerima layanan MBG.

Di SPPG Karangsoko yang dikelolanya, terdapat 2.064 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak penghentian sementara layanan tersebut.

“Selama hari libur untuk relawan juga libur total dan tidak menerima insentif atau bayaran,” tegasnya.

Menurutnya, selama masa libur hanya kepala dapur dan petugas keamanan yang tetap bertugas untuk menjaga kebersihan serta keamanan fasilitas SPPG hingga operasional kembali berjalan.