Inti Berita:
• Ribuan massa dari Paguyuban Mitra MBG Trenggalek menggelar aksi damai dan long march ke DPRD Trenggalek.
• Massa meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan oleh pemerintah.
• Mitra MBG menilai program tersebut membantu perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan pembelian bahan pangan lokal.
SUARA TRENGGALEK – Ribuan massa yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek menggelar aksi damai dengan berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Senin (22/6/2026).
Mereka menyuarakan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan oleh pemerintah karena dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pembelian bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal.
Dari pantauan tim redaksi, massa yang terdiri dari pelaku UMKM, petani, peternak, relawan, serta masyarakat peduli MBG itu memulai long march dari Pasar Pon Trenggalek menuju Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek.
Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldy mengatakan aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait keberlanjutan program MBG yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini aksi damai untuk menuntut program MBG dilanjutkan oleh pemerintah pusat,” ujar Imam.
Menurutnya, peserta aksi berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek. “Dari 14 kecamatan sekitar 4.000,” katanya.
Dinilai Bantu Ekonomi Masyarakat
Imam menilai Program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pembelian bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal.
“Alasannya untuk mendukung pemerintah Pak Prabowo untuk melanjutkan program MBG. Karena program MBG ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut keberadaan dapur MBG di Trenggalek telah membuka ribuan lapangan pekerjaan.
“Untuk serapan tenaga kerja yang ada di dapur seluruh Trenggalek itu sudah lebih dari 7.000 lebih,” katanya.
Meski mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga menyatakan terbuka terhadap berbagai evaluasi dan perbaikan.
“Kalau untuk perbaikan pastinya kita akan setuju dan kita perbaiki,” tegas Imam.
Tiga Tuntutan Massa Aksi
Dalam pernyataan sikapnya, Paguyuban Mitra MBG Trenggalek menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Pertama, mendukung penuh agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan di Kabupaten Trenggalek.
Kedua, mendesak DPRD Kabupaten Trenggalek untuk membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat agar program MBG terus berlanjut.
Ketiga, meminta perlindungan hak bagi pelaku UMKM, petani, peternak, dan penyuplai bahan pokok yang telah menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.
Mereka menilai program tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat kecil di tingkat akar rumput.

DPRD Siap Sampaikan Aspirasi ke Pusat
Sementata itu Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan pihaknya siap menerima dan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.
“Yang tadi ada aksi dari teman-teman Mitra MBG. Jadi mitra itu ada petani, ada UMKM, rekan-rekan yang melaksanakan kegiatan di dapur, relawan dan sebagainya,” ujar Doding.
Menurutnya, terdapat tiga poin utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.
“Yang pertama adalah masalah keberlanjutan. Mereka berharap program ini dilanjutkan dengan evaluasi. Jadi mereka juga sepakat untuk mengevaluasi diri untuk lebih baik lagi,” katanya.
Selain itu, massa juga menyoroti isu dugaan praktik korupsi yang menyeret oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Yang kedua adalah praktik kesalahan oknum-oknum BGN tentang korupsi itu juga membuat rekan-rekan di bawah resah,” ujarnya.
Doding menambahkan para pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan MBG berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak berdampak pada citra program.
“Mereka berharap praktik-praktik korupsi di dalam BGN itu segera diselesaikan,” katanya.
Produk Lokal Diminta Jadi Prioritas
Poin lain yang disuarakan dalam aksi adalah permintaan agar produk lokal dari petani dan pelaku usaha daerah mendapat prioritas dalam penyediaan bahan baku MBG.
“Para petani berharap produk lokal itu bisa terserap sebanyak-banyaknya untuk menu di MBG,” ujar Doding.
Ia menegaskan DPRD Trenggalek mendukung tuntutan yang disampaikan massa aksi dan akan meneruskannya kepada pemerintah pusat.
“Semua aspirasi kita tampung. Teman-teman juga sepakat dengan apa yang diinginkan teman-teman, evaluasi menyeluruh di MBG, korupsi di MBG harus dihilangkan, dan produk lokal harus diutamakan. Nanti kita sampaikan ke pemerintah pusat apa yang menjadi tuntutan teman-teman,” tegasnya.











