PERISTIWA

Cuaca Makkah Diperkirakan Lebih Sejuk, Ini Imbauan Kankemenhaj Trenggalek Bagi Jamaah Haji

×

Cuaca Makkah Diperkirakan Lebih Sejuk, Ini Imbauan Kankemenhaj Trenggalek Bagi Jamaah Haji

Sebarkan artikel ini
Pria berpakaian resmi di ruangan
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah.
Inti Berita:
• Cuaca di Makkah saat musim haji 2026 diperkirakan lebih sejuk dibanding tahun lalu.
• Sebanyak 451 calon jemaah haji asal Trenggalek tergabung dalam empat kloter keberangkatan.
• Mayoritas jemaah berusia lanjut akibat lamanya masa tunggu keberangkatan haji.

SUARA TRENGGALEK – Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek menyebut cuaca di Makkah saat musim haji 2026 diperkirakan tidak sepanas tahun sebelumnya.

Meski begitu, seluruh jemaah tetap diminta menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Hamzah Subkhan, mengatakan informasi sementara menunjukkan suhu di Makkah tahun ini diprediksi lebih rendah dibanding musim haji 2025.

“Perkiraannya agak lebih dingin daripada tahun kemarin katanya begitu. Jadi jemaah agak lebih enak,” ujar Hamzah.

Meski cuaca diprediksi lebih bersahabat, pihaknya tetap mengimbau jemaah mempersiapkan perlengkapan kesehatan pribadi selama berada di Arab Saudi.

“Kita tetap berhati-hati. Semua mempersiapkan hal-hal yang sudah disampaikan Dinkes, mungkin membawa air, membawa semprotan dan lain-lain untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Hamzah menjelaskan, mayoritas calon jemaah haji asal Trenggalek tahun ini didominasi usia lanjut. Hal tersebut dipengaruhi panjangnya antrean keberangkatan haji.

“Kalau lansia memang lebih banyak, karena sudah menunggu sangat lama. Sebenarnya dulu masih muda, tapi sekarang ketika berangkat sudah di atas 65 tahun,” jelasnya.

Untuk keberangkatan tahun ini, jemaah haji Trenggalek masuk dalam gelombang kedua dan dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026.

“Insyaallah tanggal 18 Mei nanti sekitar jam 1 siang masuk pendopo dan selanjutnya berangkat bersama-sama ke Asrama Haji,” ungkapnya.

Jemaah asal Trenggalek tergabung dalam Kloter 105, 106, 109, dan 110 dengan total sebanyak 451 calon jemaah haji.

Hamzah menyebut sempat ada satu calon jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.

“Karena kemarin ada yang meninggal satu, jadi totalnya 451 jemaah,” ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait jemaah yang menunda keberangkatan karena sakit.

“Selama ini semuanya masih akan melaksanakan keberangkatan. Belum ada laporan resmi yang menunda karena sakit,” katanya.

Untuk jemaah tertua tahun ini, tercatat berusia 90 tahun.

“Kemarin yang tertua 90 tahun,” imbuh Hamzah.

Pemeriksaan kesehatan jemaah juga terus dipantau, khususnya bagi calon jemaah lanjut usia.

“Dinsos terus memantau jamaah-jamaah yang sudah sepuh dan mungkin aktivitasnya menurun,” jelasnya.

Terkait distribusi perlengkapan haji, sebagian jemaah sudah mulai mengambil koper keberangkatan.

“Sebagian sudah mengambil koper, karena koper baru datang hari Ahad kemarin,” katanya.

Pengambilan koper dilakukan di masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk menghindari kerumunan, sedangkan jemaah non-KBIH mengambil di PLHUT Kemenag Trenggalek.

Selain itu, Hamzah memastikan kondisi penerbangan dan keamanan keberangkatan jemaah hingga saat ini masih aman meski sebelumnya sempat muncul isu situasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Sampai kemarin tidak ada informasi apa-apa. Dipastikan aman,” pungkasnya.