Inti Berita:
• Harga hewan kurban di Trenggalek naik hingga 20 persen jelang Idul Adha 2026.
• Harga sapi kini mencapai sekitar Rp27 juta per ekor akibat berkurangnya populasi pasca wabah PMK.
• Pedagang memastikan stok ternak masih aman meski peternak masih trauma akibat PMK tahun lalu.
SUARA TRENGGALEK – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga hewan ternak di Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan signifikan hingga 20 persen.
Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas sapi akibat berkurangnya populasi ternak pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun lalu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di pasar hewan untuk memastikan ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting dilakukan guna mencegah penyebaran PMK di tengah meningkatnya mobilitas hewan ternak menjelang Idul Adha.
Ia mengimbau peternak mewaspadai gejala PMK seperti demam tinggi, keluarnya cairan berlebih dari hidung dan mulut, serta munculnya luka atau sariawan di area mulut dan lidah ternak.
“Selain sapi, kambing juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi carrier atau pembawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit,” ujar Ririn, Senin (11/5/2026).
Ririn menjelaskan, harga sapi saat ini rata-rata mencapai Rp27 juta per ekor, naik dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp23 juta.
Sapi dengan harga tersebut rata-rata memiliki estimasi bobot karkas sekitar 120 kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga dipicu berkurangnya populasi sapi di tingkat peternak akibat trauma setelah wabah PMK melanda pada tahun sebelumnya.
“Banyak peternak memilih mengurangi jumlah ternaknya karena khawatir mengalami kerugian besar apabila sapi kembali terjangkit penyakit,” jelasnya.
Sementara itu, pedagang sapi asal Trenggalek, Suwardi mengaku stok sapi kurban di daerah masih mencukupi meski harga mengalami kenaikan.
Bahkan, kata dia, pasokan sapi dari Trenggalek masih mampu memenuhi kebutuhan daerah lain seperti Jakarta dan Tangerang.
“Kalau tahun lalu banyak sapi terkena PMK, sekarang sudah jauh lebih aman. Tapi peternak masih trauma karena kalau sapi sakit nilainya bisa turun drastis,” kata Suwardi.
Di sisi lain, pedagang kambing asal Kecamatan Pule, Misrianto mengatakan harga kambing juga mulai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
Namun, kenaikan harga kambing dinilai masih dalam batas normal, yakni sekitar Rp500 ribu per ekor.
“Saat ini harga kambing untuk kebutuhan kurban berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor dengan kondisi pasar yang mulai ramai menjelang Idul Adha,” pungkasnya.











