Inti Berita:
• Komisi IV dorong pembangunan gedung khusus layanan jiwa RSUD dr Soedomo
• Layanan jiwa saat ini masih gabung dengan pasien umum dan dinilai kurang efektif
• RSUD kekurangan dokter spesialis, perlu rekrutmen tambahan
• Sejumlah fasilitas rumah sakit juga diminta dievaluasi
• Layanan RSUD Panggul diharapkan lebih optimal
• Komisi IV tekankan percepatan realisasi anggaran agar cepat dirasakan masyarakat
SUARA TRENGGALEK – Komisi IV DPRD Trenggalek mendorong percepatan pembangunan gedung khusus layanan kesehatan jiwa di RSUD dr Soedomo.
Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memisahkan pasien gangguan jiwa dengan pasien umum, agar pasien umum tidak terganggu.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin mengatakan saat ini layanan kesehatan jiwa masih berada dalam satu kompleks dengan layanan lain sehingga dinilai kurang efektif.
“Pelayanan jiwa saat ini masih jadi satu gedung, ini kurang efektif. Selain itu rawat inapnya juga belum memadai,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kenyamanan pasien lain yang menjalani perawatan penyakit fisik.
Untuk itu, pihaknya mendorong pembangunan gedung terpisah yang direncanakan berada di lahan kosong sebelah selatan PMI.
“Tahun 2026 ini wajib hukumnya sudah dimulai pembangunan gedung jiwa, mulai dari rawat jalan hingga rawat inap dijadikan satu di gedung terpisah,” tegasnya.
Kekurangan Dokter Spesialis
Selain infrastruktur, Komisi IV juga menyoroti kekurangan tenaga medis di RSUD dr Soedomo, khususnya dokter spesialis.
Sukarodin menyebut, saat ini hanya terdapat empat dokter spesialis yang bisa melayani rawat jalan eksekutif. Padahal, sesuai ketentuan BPJS, minimal dibutuhkan tiga dokter spesialis untuk membuka layanan tersebut.
“Masih kurang tiga dokter spesialis, sehingga pelayanan eksekutif hanya bisa dilakukan di luar jam kerja,” jelasnya.
Ia menegaskan, penambahan SDM menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan bisa optimal.
Evaluasi Fasilitas Rumah Sakit
Komisi IV juga meminta evaluasi terhadap sejumlah fasilitas RSUD, termasuk bangunan di bagian depan yang dinilai kurang representatif.
Salah satu sorotan adalah musala yang berada terlalu dekat dengan pagar dan kerap disalahgunakan.
“Ini perlu dievaluasi agar tampilan rumah sakit lebih baik dan fungsinya sesuai,” katanya.
Soroti RS Panggul dan Evaluasi OPD
Selain RSUD dr Soedomo, perhatian juga diberikan pada RSUD Panggul. Komisi IV berharap layanan kesehatan di wilayah selatan Trenggalek tersebut bisa ditingkatkan agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke daerah lain.
“Harapannya kalau di Panggul sudah bisa ditangani, tidak perlu ke rumah sakit lain,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Komisi IV bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD, serta Dinas Pemuda dan Olahraga juga melakukan evaluasi pelaksanaan program OPD tahun 2026.
“Kuncinya, setiap rupiah yang sudah dianggarkan di APBD harus segera bisa dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.











