Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek siapkan kebijakan WFH untuk ASN.
• Target penghematan mencapai Rp9 miliar.
• Anggaran akan dialihkan untuk perbaikan jalan.
• WFH direncanakan seminggu sekali, setiap hari Rabu.
• Belum diterapkan karena masih hitung dampak efisiensi BBM.
• Pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal.
SUARA TRENGGALEK – Rencana pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Trenggalek mendekati akhir pembahasan.
Kebijakan tersebut ditargetkan Pemkab mampu menghemat anggaran hingga Rp 9 miliar yang nantinya akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum langsung menerapkan kebijakan tersebut karena masih menghitung dampak riil terhadap efisiensi, khususnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda, penghematan dari WFH ini nantinya sekitar Rp9 miliar. Nantinya akan kita alokasikan kembali untuk infrastruktur jalan,” ujarnya.
Arifin menegaskan, penerapan WFH tidak sekadar mengikuti kebijakan pusat, tetapi harus benar-benar memberikan dampak efisiensi yang terukur.
Oleh karena itu, skema pelaksanaan masih terus disusun agar tidak menimbulkan potensi pemborosan baru.
“Selama ini kami belum melaksanakan karena saya ingin WFH nanti benar-benar berdampak pada penghematan konsumsi BBM,” jelasnya.
Rencananya, WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Rabu. Pemilihan hari tersebut dilakukan untuk menghindari potensi libur panjang jika digabung dengan akhir pekan.
“Kami izin melaksanakan nanti setiap hari Rabu. Tidak hari Jumat agar tidak terjadi long weekend. Jadi ASN di Trenggalek bekerja dari rumah, bukan libur,” paparnya.
Meski demikian, Arifin memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal. Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diminta tetap memberikan layanan tanpa penurunan kualitas.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengalihkan anggaran ke sektor prioritas, terutama perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek.











