SUARA TRENGGALEK – Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek berhasil menorehkan sejumlah prestasi di tingkat regional dan nasional meski tergolong sebagai sekolah yang masih baru.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari bimbingan guru profesional dalam mendidik siswa dari keluarga kurang mampu sehingga bisa meraih berbagai prestasi gemilang.
Kepala Sekolah, Yogyantoro mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kerja tim mampu menghasilkan prestasi meski dengan berbagai keterbatasan.
“Alhamdulillah bahwa kita yang seumur jagung ya, tapi sudah menelorkan sebuah prestasi di tingkat nasional,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu prestasi diraih oleh siswi bernama Diah yang berhasil meraih juara harapan satu dalam lomba karya tulis ilmiah bertema lingkungan tingkat nasional.
Selain itu, tim paduan suara sekolah yang beranggotakan 19 siswa juga berhasil meraih juara pertama dalam lomba tingkat nasional yang digelar di Kota Batu.
“Kemudian lomba tingkat nasional lagi adalah paduan suara yang dilaksanakan di Kota Batu meraih juara pertama,” katanya.
Menurut Yogyantoro, capaian tersebut tidak lepas dari metode pembelajaran dan pengelolaan sekolah yang berbasis kolaborasi serta pembagian tugas yang jelas.
“Kami selalu menjalin komunikasi dan kolaborasi. Kami perkuat tim kami, bergerak sesuai dengan tupoksi,” jelasnya.
Sebagai sekolah berasrama, pihaknya membagi peran dalam sejumlah koordinator, mulai dari kurikulum, kesiswaan, humas, asrama hingga sarana prasarana.
Ia menambahkan, proses pembelajaran juga mengacu pada pendekatan ilmiah berbasis praktik pendidikan, seperti pendekatan konstruktivisme dan teori pembelajaran lainnya yang diterapkan sesuai kebutuhan.
“Semua ilmu yang sudah kita dapatkan itu kita coba untuk aplikasikan kemudian direfleksikan, kita evaluasi bersama kelemahannya di mana,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan sumber daya di awal berdiri, pihak sekolah bersama para guru tetap berupaya menjaga semangat kebersamaan.
“Karena sekolah baru, sumber dayanya pada awal-awal itu juga terbatas. Namun kita fight, ayo kita kolaborasi bersama, atasi masalah bersama. Kuncinya adalah satu visi, satu misi,” pungkasnya.











