PERISTIWA

LPG 3 Kg Langka di Pasaran Namun Stok SPBE Aman, Ketua DPRD Trenggalek Minta Warga Tak Panic Buying

×

LPG 3 Kg Langka di Pasaran Namun Stok SPBE Aman, Ketua DPRD Trenggalek Minta Warga Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Lpg Trenggalek
Truk yang melayani masyarakat di salah satu SPBE di Trenggalek.

SUARA TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Namun keluhan masyarakat umum terjadi di seluruh wilayah Trenggalek, warga mengeluhkan ketersediaan stok lpg 3 kg langka di eceran.

Maka dari itu, masyarakat pun diimbau tidak membeli gas melon atau gas 3 kg secara berlebihan agar tidak memicu kelangkaan di lapangan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), yakni di Desa Karangsoko dan Desa Kedunglurah.

“Hari ini kami sidak ke dua SPBE. Karangsoko memproduksi sekitar 13 ribu tabung per hari dan Kedunglurah sekitar 11 ribu tabung. Totalnya mencapai 24 ribu hingga 25 ribu tabung per hari,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Lebaran, Pemkab Trenggalek juga telah mengajukan penambahan pasokan LPG 3 kg ke Pertamina.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina menyalurkan tambahan sebanyak 65 ribu tabung secara bertahap.

“Tambahan sudah mulai kami terima sejak Minggu sebanyak 18 ribu tabung, dan akan dikirim kembali hingga total 65 ribu tabung terpenuhi,” ujar Doding.

Ia menegaskan, potensi kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan berkurangnya pasokan, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

“Yang biasanya menggunakan dua atau tiga tabung, menjelang Lebaran bisa menjadi lima atau enam tabung. Ini yang membuat distribusi tidak seimbang,” terangnya.

Karena itu, DPRD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami harapkan masyarakat tidak panik. Gunakan LPG sesuai kebutuhan saja,” tegasnya.

Selain itu, Doding juga mengimbau aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mampu untuk menggunakan LPG non-subsidi, seperti tabung 5 kilogram atau 12 kilogram.

“LPG 3 kg ini untuk masyarakat kurang mampu dan UMKM. Jangan sampai pelaku usaha kecil tidak bisa berjualan karena kehabisan gas,” tambahnya.

Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, DPRD optimistis distribusi LPG 3 kg di Trenggalek akan segera kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momen Lebaran.