SUARA TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali bermasalah setelah ditemukan menu dimsum yang diduga tidak layak konsumsi karena terdapat dugaan belatung hidup.
Menu tersebut didistribusikan oleh SPPG Pucanganak ke MI Fastabiqul Khairat (Fasko), Desa Jambu, Kecamatan Tugu, pada 16 Maret 2026.
Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Neo Ordikla membenarkan adanya kejadian tersebut setelah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak dapur.
“Kemarin saya sudah tanya langsung ke kepala SPPG. Mereka mengakui ada kesalahan saat mengecek bahan baku yang datang dari pemasok,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan atas kejadian itu pihaknya juga telah membuat laporan awal terkait insiden tersebut dan meneruskannya kepada pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Neo, menu yang bermasalah tersebut telah ditarik setelah adanya laporan dari penerima manfaat.
“Informasinya yang bermasalah sudah dikembalikan, dan selanjutnya akan diganti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak dapur juga akan memberikan teguran kepada pemasok bahan baku agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau dari dapur pasti akan menegur supplier,” tegasnya.
Menurutnya, penerima manfaat program MBG di SPPG tersebut diketahui menjangkau sekitar 2.000 penerima manfaat.
Namun, hingga saat ini pihak SPPG masih melakukan pendataan terkait jumlah siswa yang terdampak secara pasti.
“Untuk yang terdampak masih belum detail semuanya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG memastikan menu yang tidak layak konsumsi akan diganti bagi penerima manfaat.
“Insyaallah akan diganti,” pungkas Neo.











