SUARA TRENGGALEK – Pengelola destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek mematangkan berbagai persiapan menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Fokus utama yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah serta penyediaan penunjuk arah menuju kawasan wisata.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Bumi Menak Sopal selama musim liburan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke sejumlah destinasi wisata unggulan yang diprediksi akan ramai dikunjungi wisatawan.
Beberapa lokasi yang dipantau di antaranya kawasan Pantai Pasir Putih Prigi serta sejumlah destinasi populer lainnya.
“Untuk persiapan musim libur Lebaran 2026, kami sudah melakukan monitoring langsung ke beberapa destinasi unggulan. Fokusnya pada kesiapan sarana prasarana, termasuk fasilitas kebersihan, papan informasi, serta penunjuk arah menuju destinasi wisata,” ujar Tony.
Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama karena jumlah kunjungan wisata biasanya meningkat signifikan saat libur Lebaran. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan volume sampah di kawasan wisata.
Karena itu, Disparbud Trenggalek menambah kapasitas tempat sampah di sejumlah destinasi serta memperkuat koordinasi dengan dinas terkait agar pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berjalan lancar.
“Kalau kita bicara puncak kunjungan wisata, otomatis timbunan sampah juga meningkat. Maka pengelolaan sampah harus benar-benar diperhatikan. Kalau pengambilan sampah sampai terlambat, akan terjadi penumpukan dan itu tentu mengurangi kenyamanan wisatawan,” jelasnya.
Selain menambah fasilitas kebersihan, Disparbud juga mendorong kolaborasi antara pengelola destinasi, dinas teknis, serta bank sampah terdekat untuk bersama-sama menangani persoalan sampah di kawasan wisata.
Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan rembuk wisata yang melibatkan pelaku usaha pariwisata, pengelola destinasi, hotel, restoran, hingga pemerintah kecamatan.
Dalam forum tersebut, pelaku wisata didorong meningkatkan fasilitas penanganan sampah sekaligus memasang imbauan kepada pengunjung agar turut menjaga kebersihan lingkungan wisata.
Selain persoalan sampah, Disparbud juga menaruh perhatian pada ketersediaan penunjuk arah menuju destinasi wisata.
Hal ini menyusul sejumlah kejadian wisatawan luar daerah yang tersesat hingga masuk jalur ekstrem karena minimnya informasi rute yang jelas dan hanya mengandalkan navigasi digital.
Tony menyebut persoalan tersebut juga menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 bersama Polres Trenggalek.
“Kami mendorong adanya penambahan penunjuk arah maupun informasi jalur aman menuju destinasi wisata. Wisatawan dari luar daerah sering kali mengandalkan navigasi digital yang kadang justru mengarahkan ke jalur ekstrem,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau camat, Forkopimcam, hingga masyarakat untuk turut membantu memberikan panduan jalur aman melalui papan petunjuk di lapangan maupun informasi di media sosial.
Sementara itu, terkait tarif masuk destinasi wisata, Tony memastikan tidak ada kenaikan retribusi di tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah selama libur Lebaran tahun ini.
“Untuk kenaikan retribusi tidak ada. Kami juga belum menerima informasi adanya kenaikan tarif dari destinasi yang dikelola pihak lain,” tegasnya.
Dari sisi keselamatan, sejumlah destinasi pantai juga telah dilengkapi petugas penjaga pantai (lifeguard).
Disparbud turut menyiapkan panduan standar operasional prosedur (SOP) pengawasan kawasan pesisir yang akan dibagikan kepada pengelola destinasi selama masa libur Lebaran.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan menyiapkan daftar kontak darurat yang melibatkan Basarnas, BPBD, fasilitas kesehatan, hingga kepolisian sebagai rujukan jika terjadi keadaan darurat di lokasi wisata.
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, puncak kunjungan wisatawan di Trenggalek biasanya terjadi pada hari ketiga hingga hari keempat libur Lebaran, tergantung durasi cuti bersama.











