SUARA TRENGGALEK – Warga Kabupaten Trenggalek dihebohkan dengan beredarnya video pengeroyokan yang diduga terjadi di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Minggu (8/3/2026).
Dalam video lain yang juga viral, terlihat seorang pemuda menarik gas sepeda motor dengan keras atau mbleyer-mbleyer hingga menimbulkan keresahan warga sekitar.
Kapolsek Pogalan, AKP Henri Agus Sutrisno, membenarkan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di wilayah Desa Kedunglurah.
Menurut Henri, korban pengeroyokan diketahui berinisial AA (29), warga Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
“Dia ini sehari-hari mengamen. Salah satu titiknya di simpang empat Kedunglurah,” kata Henri.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian AA sempat mangkal di Terminal Tipe C Trenggalek yang berada di Kelurahan Sumbergedong.
Menjelang sore hari, ia berpindah ke kawasan Kedunglurah yang juga searah dengan jalur kepulangannya menuju Kediri.
Pada malam hari, AA disebut melakukan aksi mbleyer-mbleyer sepeda motor tanpa alasan yang jelas.
Polisi menduga saat itu yang bersangkutan berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
“Malam harinya di Kedunglurah dia bleyer-bleyer tanpa alasan yang jelas. Memang yang bersangkutan dalam pengaruh alkohol,” jelasnya.
Aksi tersebut membuat warga sekitar merasa terganggu hingga akhirnya emosi dan melakukan pengeroyokan terhadap AA di lokasi kejadian.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Yang bersangkutan langsung dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan penanganan di IGD,” ujar Henri.
Setelah mendapat perawatan dan kondisi lukanya dinilai tidak terlalu parah, AA kemudian dipindahkan ke Selter Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek yang berada di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.
Polisi juga sempat melakukan mediasi saat AA berada di selter. Saat ini, yang bersangkutan telah dijemput keluarganya untuk kembali pulang ke Kediri.
“Sempat kami lakukan mediasi saat di selter dan sekarang sudah dijemput keluarganya kembali ke Kediri,” pungkasnya.











