SUARA TRENGGALEK – Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran warga Trenggalek, Indonesia yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
Salah satunya Sulastri (30), pekerja asal Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, yang saat ini bekerja di sebuah hotel di Doha, Qatar.
Dalam keterangannya kepada Tim Redaksi, Sulastri memastikan kondisi di Doha masih aman dan terkendali meski situasi kawasan sedang menjadi sorotan internasional.
“Alhamdulillah untuk saat ini dalam kondisi aman dan baik. Situasi di Doha juga tetap kondusif. Saya juga tetap mengikuti perkembangan informasi terkait situasi di Timur Tengah dan selalu berhati-hati,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dampak ketegangan regional mulai terasa pada pola kerja di sejumlah sektor. Beberapa perusahaan menerapkan kebijakan kerja dari rumah sementara waktu.
“Tidak semua orang bekerja seperti biasanya. Sekarang banyak yang diminta kerja dari rumah sementara waktu,” paparnya.
Namun demikian, sektor-sektor yang tidak memungkinkan sistem kerja jarak jauh tetap beroperasi dengan penyesuaian prosedur keselamatan.
“Beberapa pekerjaan penting atau yang tidak bisa dilakukan dari rumah tetap berjalan dengan langkah keselamatan. Pemerintah memberikan imbauan keselamatan resmi kepada publik dan pekerja dalam masa ini,” tegasnya.
Berbeda dengan sektor lain, operasional hotel tempat Sulastri bekerja tetap berjalan normal. Ia menyebut lokasi tempatnya bekerja berada tidak jauh dari pusat Kota Doha.
“Untuk saya sendiri meski ada ketegangan di sekitar, operasional hotel tetap berjalan normal. Sebagai staf hotel, kehadiran di lokasi kerja tetap wajib, karena tugas-tugas seperti housekeeping, front office, dan layanan F&B tidak bisa dilakukan dari rumah,” tambahnya.
Sulastri juga menyebut pemerintah setempat secara rutin mengirimkan notifikasi peringatan keselamatan melalui ponsel kepada warga dan pekerja.
“Setiap hari pasti ada peringatan notifikasi melalui ponsel saya,” katanya.
Meski situasi masih dalam kondisi terkendali dan belum ada laporan gangguan keamanan langsung di wilayah tempatnya bekerja, Sulastri mengaku tetap meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan informasi setiap hari.
Kondisi ini menjadi gambaran terkini situasi pekerja migran asal Trenggalek di Timur Tengah di tengah eskalasi konflik yang masih menjadi perhatian dunia.









