KESEHATAN

12.809 Warga Trenggalek Terserang ISPA, Ada Tren Kenaikan di Musim Kemarau

×

12.809 Warga Trenggalek Terserang ISPA, Ada Tren Kenaikan di Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Ilustrasi Istimewa.
Inti Berita:
• Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek mencatat akumulasi 12.809 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga minggu ke-36 tahun 2026.
​• Plt Kepala Dinkes Trenggalek, Andiek Muarifin, menyebut grafik kasus ISPA menunjukkan tren peningkatan sejak minggu ke-30 dan menyasar semua kelompok usia.
​• Lima wilayah kerja puskesmas mencatat kasus tertinggi hingga menembus angka di atas 1.000 kasus, yaitu Puskesmas Tugu, Gandusari, Karanganyar, Munjungan, dan Dongko.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek mencatat 12.809 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga minggu ke-36 tahun 2026.

Kasus tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat sejak memasuki minggu ke-30. Kasus tersebut menyebar ke semua orang tidak mengenal kelompok usia.

Saat ditemui awak media Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Trenggalek, Andiek Muarifin mengatakan ISPA merupakan kumpulan penyakit akut menular pada saluran pernapasan yang dapat disebabkan virus, bakteri maupun mikroorganisme lainnya.

“Gejalanya secara umum pilek, batuk, sakit tenggorok, demam,” terang Andiek, Kamis, (24/9/2026).

Menurutnya, pemantauan kasus ISPA dilakukan secara rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Berdasarkan laporan SKDR sejak minggu pertama hingga minggu ke-36, tercatat 12.809 kasus ISPA di Trenggalek.

Kasus tersebut ditemukan hampir merata pada kelompok usia dewasa maupun anak-anak. Kondisi itu dipengaruhi sifat ISPA yang mudah menular, termasuk dalam lingkungan keluarga.

“Ini memang banyak hampir merata ya usia dewasa dan anak-anak karena ini memang penyakit yang menular. Biasanya kalau satu rumah satu terkena penyakit ISPA ini misalnya ibunya, kemudian anaknya ikut tertular seperti itu. Jadi hampir merata,” jelasnya.

Andiek mengatakan grafik SKDR menunjukkan kasus ISPA mulai merangkak naik sejak minggu ke-30. Kasus tersebut juga tersebar di seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Trenggalek.

Dari 22 puskesmas yang ada, sejumlah wilayah mencatat kasus cukup tinggi. Di antaranya Puskesmas Tugu, Gandusari, Karanganyar, Munjungan dan Dongko.

“Ini memang angkanya cukup lumayan di atas 1.000 kasus seperti itu,” katanya.

Memasuki musim kemarau, Dinkes masih memperkirakan kasus ISPA berpotensi mengalami peningkatan. Karena itu, upaya promotif dan preventif terus dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit.

Andiek mengatakan Dinkes bersama unit pelaksana teknis, puskesmas dan rumah sakit telah melakukan penyuluhan mengenai langkah promotif dan preventif.

Edukasi juga dilakukan melalui media sosial dengan membagikan materi berupa flyer. Selain itu, pemantauan kasus dilakukan secara terus-menerus.

“Jika ditemukan peningkatan kasus di suatu wilayah, petugas akan melakukan surveilans atau kunjungan untuk mengetahui kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Andiek juga mengajak masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan aktivitas fisik.

Sementara bagi masyarakat yang sudah mengalami gejala atau terkena ISPA, Andiek mengimbau agar menerapkan protokol kesehatan

Termasuk menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. Etika batuk juga perlu diterapkan untuk mencegah penularan kepada orang lain.

“Dan tentunya kita mengajak masyarakat terus meningkatkan daya tahan tubuh. Aktivitas fisik dilakukan, kemudian kalau sudah terkena, protokol kesehatan pakai masker, cuci tangan pakai sabun. Kemudian, kalau etika batuk dilaksanakan, insyaallah ini bisa tertekan dan tidak semakin luas,” pungkasnya.