Inti Berita:
• Sebanyak 36 tim berkompetisi dalam Turnamen Sepak Bola Mini Dispora Cup Trenggalek 2026 yang berlangsung di Stadion Menak Sopal hingga Senin (27/9/2026).
• Turnamen ini menggunakan dua lapangan sekaligus di satu venue dengan menerapkan aturan resmi Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI), seperti format 6 pemain dan ukuran lapangan 50×30 meter.
• Ketua Panitia Dispora Cup, Danang Fredian, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi mengingat ini merupakan ajang berstandar resmi KSMI terbesar pertama di Trenggalek.
SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 36 tim ambil bagian dalam Turnamen Sepak Bola Mini Dispora Cup Trenggalek 2026.
Kompetisi yang digelar di Stadion Menak Sopal tersebut telah memasuki hari keempat dan dijadwalkan berakhir pada Senin (27/9/2026).
Pelaksanaan turnamen menggunakan dua lapangan dalam satu venue. Hal itu menyesuaikan ukuran lapangan sepak bola mini yang lebih kecil dibandingkan lapangan sepak bola pada umumnya.
Ketua Panitia Dispora Cup Trenggalek, Danang Fredian, mengatakan hingga hari keempat pertandingan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Hari ini sudah memasuki hari keempat, sudah banyak tim yang bertanding. Ada 36 tim, nanti selesai hari Senin depan tanggal 27 September 2026,” ujar Danang Fredian, Selasa (22/9/2026).
Danang mengaku bersyukur melihat antusiasme peserta terhadap olahraga sepak bola mini. Menurutnya, cabang olahraga tersebut masih tergolong baru bagi masyarakat Trenggalek.
“Alhamdulillah untuk kendala selama ini tidak ada. Yang jelas, kami tidak mengira untuk sepak bola mini ini merupakan olahraga yang baru,” ungkapnya.
Danang yang juga merupakan wasit dan memiliki lisensi D pelatih sepak bola menyebut antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang menggembirakan dalam pelaksanaan turnamen.
Ia menjelaskan, Dispora Cup 2026 bukan kompetisi sepak bola mini pertama yang digelar di Trenggalek. Sebelumnya, terdapat dua kompetisi serupa yang diselenggarakan oleh masing-masing desa.
Namun, regulasi yang digunakan dalam dua kompetisi tersebut masih dimodifikasi dan belum menerapkan aturan resmi Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI).
“Ini event ketiga kalau tidak salah. Tetapi yang diselenggarakan oleh Dispora ini event yang cukup besar. Dua event awal diselenggarakan oleh masing-masing desa dengan regulasi yang masih dimodifikasi, belum peraturan resmi dari Komite Sepak Bola Mini Indonesia,” terangnya.
Menurut Danang, terdapat sejumlah perbedaan regulasi antara Dispora Cup 2026 dan kompetisi sepak bola mini sebelumnya.
Salah satunya adalah jumlah pemain yang berada di lapangan. Pada kompetisi sebelumnya, setiap tim diperbolehkan memainkan tujuh pemain. Sementara dalam Dispora Cup 2026, setiap tim memainkan enam pemain.
Ukuran lapangan yang digunakan juga lebih kecil, yakni sekitar 50 meter x 30 meter.
Sementara itu, bola yang digunakan berukuran enam. Ukuran tersebut berbeda dengan bola futsal yang menggunakan bola berukuran empat.
“Pada prinsipnya sama, sepak bola itu keterampilan kaki. Yang membedakan, lapangannya lebih kecil, ukurannya 50 meter x 30 meter, kemudian pemainnya enam,” ungkap Danang.
Dispora Ingin Bangun Pondasi Pembinaan Cabor
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek, Arief Setiawan, mengatakan penyelenggaraan Dispora Cup menjadi salah satu langkah awal setelah Dispora berdiri sebagai dinas tersendiri.
Sebelumnya, urusan pemuda dan olahraga berada dalam struktur Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora).
Arief mengatakan pada 2026 Dispora Trenggalek ingin membangun pondasi yang kuat dalam pembinaan seluruh cabang olahraga (cabor).
Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
“Dispora ini karena dinas baru, tahun 2026 ini kita ingin meletakkan sebuah pondasi yang kuat di semua cabor. Bekerja sama dengan KONI, kita nanti akan mendorong teman-teman cabor untuk pembinaannya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Arief, dukungan terhadap pembinaan olahraga tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan kompetisi seperti Dispora Cup.
Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk administratif, salah satunya melalui penerbitan sertifikat kegiatan.
Ia berharap berbagai kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya Dispora membangun pembinaan atlet yang berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.











