Intinya Sih:
• Kecelakaan terjadi di Jalan Ngetal–Gandusari, Pogalan, Selasa malam.
• Motor yang dikendarai Suyono menabrak truk proyek yang parkir di tepi jalan.
• Suyono meninggal dunia, istrinya mengalami luka.
• Polisi menyebut faktor utama diduga kelalaian pengendara.
• Minimnya penerangan di area proyek jadi sorotan keselamatan.
SUARA TRENGGALEK – Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Ngetal-Gandusari, tepatnya di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (28/4/2026) malam.
Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Revo bernopol AG-2634-YBL yang dikendarai Suyono (63), warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, bersama istrinya, Marsumi (60).
Keduanya mengalami kecelakaan setelah menabrak truk proyek pengaspalan jalan yang terparkir di tepi jalan.
Berdasarkan data Satlantas Polres Trenggalek, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat korban melaju dari arah utara ke selatan.
Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban menghantam bagian belakang truk Nissan bernopol S-8852-UL yang berada di sisi kiri jalan.
Benturan keras mengakibatkan Suyono mengalami luka berat di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Marsumi mengalami luka ringan pada bagian tangan.
“Korban pengendara meninggal dunia, sedangkan penumpang mengalami luka ringan,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, Ipda Miftahul, mewakili Kasatlantas AKP Soni Suhartanto.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa truk proyek tersebut telah dilengkapi dengan rambu peringatan.
Namun demikian, polisi menduga kelalaian pengendara menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
“Pengendara diduga tidak memperhatikan rambu di depannya saat berkendara,” jelas Ipda Miftahul.
Petugas juga mencatat kondisi jalan dalam keadaan baik, lurus, dan beraspal, serta arus lalu lintas relatif sepi saat kejadian berlangsung.
Meski rambu telah dipasang, insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan di area proyek jalan, terutama terkait minimnya penerangan pada malam hari yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Saat ini, Satlantas Polres Trenggalek masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mengajukan visum terhadap korban.
“Penanganan masih berjalan untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan,” tambahnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area proyek jalan, khususnya pada malam hari.
“Perhatikan rambu dan kondisi sekitar. Utamakan keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu Pihak RSUD dr. Soedomo Trenggalek membenarkan korban tiba dalam kondisi tidak bernyawa. Korban masuk Instalasi Perawatan Jenazah (IPJ) pukul 20.00 Wib.
“Korban laka lantas masuk ke RSUD sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Humas RSUD dr. Soedomo, Sujiono.











