Inti Berita:
• Dari 4 dapur MBG yang disuspend, 1 di Pogalan sudah kembali beroperasi.
• 3 dapur lainnya masih belum aktif karena harus melalui proses evaluasi.
• Masalah utama: prosedur dapur, sarana prasarana, dan keluhan penerima manfaat.
• Saat ini, 61 dari total 64 dapur MBG di Trenggalek masih beroperasi.
• Belum ada penambahan dapur baru, evaluasi masih terus berjalan.
SUARA TRENGGALEK – Progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat mengalami kendala operasional.
Dari empat dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya diberhentikan sementara, satu dapur kini telah kembali beroperasi.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, mengatakan dapur yang telah aktif kembali berada di wilayah Pogalan, yakni Yayasan Mulia Hiroku Gakkou. Sebelumnya, dapur tersebut disuspend karena tidak memiliki tenaga ahli gizi.
“Dari empat, ada satu yang sudah dikembalikan beroperasional, yaitu SPPG Pogalan. Kena suspend tidak sampai dua minggu, sekarang sudah beroperasi karena syaratnya sudah terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, tiga dapur lainnya masih dalam status penghentian sementara. Ketiganya adalah Yayasan Bamboe Future (SPPG Bendungan Suren), Yayasan Ar Rahman di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, serta Yayasan Al Mursyid di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan.
Sunarto menjelaskan, berbagai permasalahan menjadi penyebab penghentian operasional dapur tersebut. Mulai dari sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar hingga adanya keluhan dari penerima manfaat program.
Ia menegaskan, dapur yang masih disuspend harus melalui proses evaluasi dan perbaikan sebelum dapat kembali beroperasi.
“Dapur yang lain belum aktif kembali. Harus ada pengajuan, kami sudah lakukan asesmen saat suspend, kemudian rekomendasi harus dijalankan sebelum pengajuan ulang,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian besar kendala berkaitan dengan prosedur operasional dan tata kelola dapur.
“Kebanyakan yang disuspend ini karena prosedur dan tata laksana di dapur. Kami juga terus melakukan pemantauan ke masing-masing SPPG,” imbuhnya.
Saat ini, dari total 64 dapur MBG di Trenggalek, sebanyak 61 dapur masih beroperasi. Belum ada penambahan dapur baru, sementara evaluasi terhadap dapur yang disuspend masih terus berlangsung.
“Total awal 64, yang masih suspend 3, jadi sekarang 61 yang beroperasi. Belum ada penambahan SPPG,” pungkasnya.











