BISNIS

Pengrajin Kandang Ayam Bangkok Asal Trenggalek Kebanjiran Pesanan, Antre Hingga 6 Bulan

×

Pengrajin Kandang Ayam Bangkok Asal Trenggalek Kebanjiran Pesanan, Antre Hingga 6 Bulan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kandang ayam milik pengrajin asal Trenggalek.
Inti Berita:
• Pengrajin kandang ayam Bangkok asal Trenggalek kebanjiran pesanan hingga antre 5-6 bulan.
• Usaha “Jago Anom” milik Iwan Pebrilian berkembang sejak 2015 dari nol.
• Kandang ayam buatannya dipasarkan hingga luar provinsi dan pernah dikirim ke Jakarta.

SUARA TRENGGALEK – Geliat usaha rumahan di Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan perkembangan positif.

Salah satunya datang dari usaha pembuatan kandang ayam Bangkok milik Iwan Pebrilian (34), warga Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, yang kini kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.

Usaha kandang ayam dengan merek “Jago Anom” tersebut bahkan membuat pelanggan rela mengantre hingga berbulan-bulan demi mendapatkan kandang berkualitas premium buatannya.

Iwan mengaku mulai merintis usaha tersebut sejak 2015. Sebelum fokus menjadi pengrajin kandang ayam Bangkok, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan serabutan hingga mencoba usaha ikan cupang.

Namun setelah tren ikan cupang menurun, ia memilih beralih menekuni usaha pembuatan kandang ayam Bangkok.

“Untuk permintaan alhamdulillah setiap tahun tidak mengenal musim. Bahkan setiap bulan, setiap minggu kandang saya proses jadi. Saya kirim hampir setiap minggu,” ujar Iwan saat ditemui di kediamannya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, pelanggan bisa memesan kandang sesuai kebutuhan, mulai dari jumlah pintu hingga model khusus. Untuk pengerjaan kandang ukuran 12 pintu, ia membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Sementara pesanan enam pintu atau enam plong lengkap dengan gorden juga dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh hari.

“Yang di belakang ini 6 plong sudah komplit sama gordennya. Kalau model seperti ini maksimalnya satu minggu saja,” jelasnya.

Lulusan SMPN 2 Gondang, Tulungagung itu mengatakan harga kandang ayam buatannya bervariasi tergantung ukuran dan permintaan konsumen. Harga per pintu dibanderol mulai Rp350 ribu hingga Rp700 ribu.

“Untuk harga sekitar itu, namun menyesuaikan dengan permintaan pelanggan,” katanya.

Tingginya permintaan membuat antrean pesanan terus menumpuk. Bahkan pelanggan setia harus menunggu hingga lima sampai enam bulan untuk mendapatkan kandang pesanannya.

“Kalau yang pesan di sini biasanya pesanan itu lima bulan sampai enam bulan bisa molor. Karena terkadang ada keterlambatan bahan baku dan tempat merakit juga minim,” ujarnya.

Iwan mengungkapkan kekuatan sekaligus estetika kandang ayam buatannya terletak pada desain dan pemilihan material.

Ia mengaku hanya menggunakan kayu mahoni tua agar hasil kandang lebih kokoh dan tahan lama.

Model kandang yang dibuatnya juga disebut menjadi salah satu pelopor desain yang kini banyak ditiru pengrajin lain.

“Ya ada yang bilang modelnya mas ini saya contoh. Ada yang sama sekali tidak bilang. Tidak apa-apa sih, kalau memang itu rezekinya melalui itu,” paparnya.

Dalam menjalankan usaha, Iwan kini dibantu dua pekerja yang sudah berpengalaman. Ia juga mengungkap filosofi di balik nama “Jago Anom” yang menjadi merek dagangnya.

Nama tersebut diambil dari jenis usaha kandang ayam jago dan nama desanya, Karanganom.

“Kan nama desa saya Karanganom, Durenan. Saya ambil Anom, sehingga kandang saya berikan nama Jago Anom. Alhamdulillah nama itu sudah banyak yang tahu,” ucapnya sambil tersenyum.

Berkat konsistensinya menjaga kualitas, kandang ayam Jago Anom kini dikenal luas oleh penghobi ayam Bangkok maupun peternak skala besar.

Pasarnya bahkan telah menjangkau berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kediri, Blitar hingga Jakarta.

“Untuk luar provinsi saya target minimal pesanan 30 pintu, cuma untuk pengirimannya menyesuaikan jarak tujuan,” tuturnya.

Melihat tingginya potensi pasar, Iwan berencana menambah sumber daya manusia untuk mempercepat proses produksi dan memangkas antrean pesanan.

“Insyaallah saya akan tambah sumber daya manusianya untuk proses produksi kandang, untuk memenuhi konsumen,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha agar tetap semangat dan konsisten menjalani proses.

“Pesan kepada pengusaha muda yang baru merintis, yang penting semangat dan ditekuni terlebih dahulu. Saya juga masih belajar,” pungkasnya.