PERISTIWA

Geger, Pegawai Pemkab Trenggalek Ditemukan Meninggal di Serambi Mushola

×

Geger, Pegawai Pemkab Trenggalek Ditemukan Meninggal di Serambi Mushola

Sebarkan artikel ini
Kejadian kriminal dengan petugas polisi
Petugas saat menunggu tim inafis tiba di lokasi.
Inti Berita:
• PPPK DPMD Trenggalek ditemukan meninggal di mushola
• Korban sempat beraktivitas normal dan memesan kopi sebelum kejadian
• Ditemukan dalam kondisi kejang-kejang di serambi mushola
• Jenazah dibawa ke RSUD dr Soedomo untuk visum
• Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan

SUARA TRENGGALEKSeorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Trenggalek ditemukan meninggal dunia di serambi mushola, Jumat (24/4/2026).

Korban diketahui bernama Dwi Teguh Santoso (44), warga Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Ia ditemukan di Mushola Al Huda, lingkungan Ngasinan RT 01 RW 01, Kelurahan Kekurangan.

Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian korban sempat beraktivitas seperti biasa bersama rekan kerjanya. Pada pagi hari, pegawai DPMD diketahui menggelar kegiatan olahraga dan bersih-bersih di eks kantor dinas.

Sekitar pukul 09.15 WIB, korban sempat memesan kopi di sekitar lokasi sebelum berpamitan menuju toilet mushola.

“Berdasarkan kabar yang saya dapat, sekitar pukul 09.15 korban sempat pesan kopi di dekat eks kantor DPMD. Setelah itu pamit ke temannya mau ke toilet mushola,” ujar warga setempat, Nurhadi.

Jarak mushola dari lokasi korban memesan kopi sekitar 100 meter. Korban menuju lokasi menggunakan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian, seorang warga yang keluar dari kamar mandi mushola mendapati korban sudah tergeletak di serambi dalam kondisi kejang-kejang.

“Warga yang melihat langsung teriak minta tolong. Saat itu korban masih kejang-kejang di serambi mushola,” jelasnya.

Teriakan tersebut mengundang warga lain berdatangan, termasuk rekan kerja korban. Namun, saat rekan korban tiba di lokasi, korban sudah tidak bergerak.

“Beberapa menit kemudian temannya datang, tapi korban sudah tidak bergerak, mungkin sudah meninggal,” imbuh Nurhadi.

Warga kemudian menghubungi petugas untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk keperluan visum.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

“Meninggalnya korban karena apa kami tidak tahu, sebab ketika korban tergeletak di serambi tidak ada yang berani mendekat,” pungkasnya.