Inti Berita:
• IDI Cabang Trenggalek berkolaborasi dengan Kodim 0806/Trenggalek menggelar pemeriksaan kesehatan dan skrining jantung gratis dalam rangka HBDI ke-118 dan HUT TNI di Pasar Pon.
• Partisipasi masyarakat melampaui target awal 30 orang hingga mencapai lebih dari 50 warga yang melakukan perekaman rekam jantung (EKG) serta cek darah.
SUARA TRENGGALEK – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Trenggalek menggelar pemeriksaan kesehatan dan skrining jantung gratis di Pasar Pon Trenggalek, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan ini menjadi rangkaian perayaan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 yang berkolaborasi dengan peringatan HUT TNI oleh Kodim 0806/Trenggalek.
Antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Layanan yang memanfaatkan mobil puskesmas keliling tersebut disbuar warga dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang hingga lansia.
Peserta Pemeriksaan Membludak
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Ima Sulistiyo Rini, mengungkapkan partisipasi warga dalam pemeriksaan rekam jantung (EKG) ini melampaui estimasi panitia.
”Tadi sekitar 50-an warga yang melakukan pengecekan jantung. Kemarin targetnya 30, tetapi tadi sampai 50-an orang,” terang dr. Ima saat dikonfirmasi.
Pemeriksaan kesehatan ini disajikan secara komprehensif, mencakup perekaman elektrokardiogram (EKG), pengukuran tekanan darah, hingga cek kadar kolesterol.
Kurang dari 20 persen Pemeriksaannya Normal
Dari hasil skrining massal tersebut, dr. Ima membeberkan fakta bahwa mayoritas warga yang memeriksakan diri ternyata memiliki keluhan kesehatan tersembunyi.
”Kalau yang normal tidak sampai 20 persen. Kalau tidak darah tinggi, hipertensi yang paling banyak. Kemudian kadar kolesterol yang tinggi dan memang ada yang sudah tidak normal,” ungkap alumnus Universitas Hasanuddin tersebut.
Ia menegaskan, bagi warga yang hasil skriningnya menunjukkan grafik abnormal, tindakan penanganan tidak lagi sebatas pencegahan (preventif), melainkan harus segera dilanjutkan ke tahap pengobatan medis secara berkala.
Warga Lansia Rasakan Manfaat
Manfaat fasilitas ini dirasakan langsung oleh Sukadi (70), warga lansia yang sengaja datang setelah mendapat informasi dari Babinsa setempat.
Memiliki riwayat penyakit jantung dan keluhan sesak napas, Sukadi bersyukur bisa memanfaatkan pengecekan medis ini secara cuma-cuma.
”Katanya harus berobat lagi, Pak. Karena jarang berobat. Alhamdulillah, semoga bisa berlangsung terus. Mudah-mudahan sehat,” tutur Sukadi yang juga rutin menjalani kontrol di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Biaya Skrining Mandiri Terjangkau
dr. Ima menambahkan bahwa skrining awal kesehatan jantung pada dasarnya tidak membutuhkan biaya yang sangat besar jika dilakukan secara mandiri.
”Kalau untuk skrining saja sebenarnya enggak mahal. Skrining EKG itu sekitar seratusan ribu. Untuk pemeriksaan darah seperti kolesterol dan lain-lain paling sekitar Rp150 ribuan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, IDI Trenggalek berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan gangguan jantung dapat semakin meningkat.











