Inti Berita:
• Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat total akumulasi Karhutla mencapai 74,29 hektare dari 23 Desa di 31 titik hingga 10 September 2026.
• Peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut terdampak pada 18 desa/kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan di seluruh Kabupaten Trenggalek.
• Suhu udara yang sangat panas mengakibatkan semak belukar dan serasah di kawasan hutan menjadi sangat kering serta mudah memicu kobaran api.
SUARA TRENGGALEK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Trenggalek hingga 10 September 2026 telah mencapai 74,29 hektare. Kebakaran tersebar di tujuh kecamatan dan seluruh kejadian telah berhasil dipadamkan.
Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, tercatat 23 Desa Karhutla yang tersebar di 31 titik. Peristiwa tersebut berdampak pada 18 desa/kelurahan di tujuh kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari TNI, Polri, Perhutani hingga Cabang Dinas Kehutanan melalui jajawana.
“Eh, berkaitan kebakaran hutan dan lahan tadi sudah kami sampaikan. Kami bersama TNI, Polri, kemudian Perhutani, kemudian eh cabang dinas kehutanan melalui jagawani nya, eh kita melangkah kan satu, melakukan mitigasi,” terangnya.
Mitigasi dilakukan melalui pemasangan banner dan penyebaran informasi dalam bentuk infografis melalui media sosial. Selain itu, patroli juga dilakukan bersama TNI, Polri dan Perhutani di sejumlah wilayah.
“Beberapa banner spanduk maupun informasi melalui eh infografis, player, dan sebagainya sudah kita informasikan melalui media sosial,” ujarnya.
“Kemudian, alhamdulillah dibantu dari TNI, Polri, maupun Perhutani eh melaksanakan patroli di wilayah dan sebagainya,” lanjut Triadi.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama untuk membuka lahan dengan cara dibakar.
Triadi menyebut kondisi cuaca dengan suhu panas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan semak belukar dan serasah mudah terbakar.
“Ya, terutama karena kemarin luar biasa suhu panas yang mengakibatkan beberapa semak belukar serasah yang terbakar,” katanya.
Dalam proses pemadaman, kondisi medan di wilayah Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu pertimbangan.
Petugas kerap menggunakan peralatan sederhana berupa gepyokan karena lebih mudah digunakan di medan yang sulit dijangkau.
“Kalau melihat medan Kabupaten Trenggalek, kami sering menggunakan alat-alat yang dalam bentuk yang digunakan adalah tradisional, gepyokan, Mas,” jelasnya.
Menurut Triadi, penggunaan peralatan pemadaman juga harus mempertimbangkan keselamatan personel yang bertugas di lokasi.
“Jadi, gepyokan itu lebih memudahkan kadang kalau menggunakan seperti peralatan yang canggih karena medan yang sulit dijangkau, ini juga harus kita cermati pengamanan personil bagi petugas yang melakukan pemadaman,” ujarnya.
Selain itu, BPBD bersama Perhutani juga membuat sekat bakar, khususnya di kawasan lahan milik Perhutani.
“Kemudian, sekat bakar ini yang dibuat bersama rekan-rekan Perhutani khususnya di lahan Perhutani,” lanjutnya.
Rincian Karhutla di 7 Kecamatan, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Trenggalek, luas lahan yang terdampak Karhutla tersebar di tujuh kecamatan, yakni:
- Kecamatan Karangan: 25,25 hektare.
- Kecamatan Trenggalek: 17,5 hektare.
- Kecamatan Panggul: 10 hektare.
- Kecamatan Gandusari: 10 hektare.
- Kecamatan Pogalan: 7 hektare.
- Kecamatan Dongko: 3 hektare.
- Kecamatan Kampak: 1,5 hektare.
Sementara itu, desa/kelurahan yang tercatat terdampak Karhutla meliputi Desa Watuagung dan Cakul di Kecamatan Dongko, Desa Karanganyar dan Wonoanti di Kecamatan Gandusari.
Kemudian Kelurahan Tamanan, Kelurahan Ngantru dan Desa Karangsoko di Kecamatan Trenggalek; Desa Jatiprahu, Kedungsigit dan Sumberingin di Kecamatan Karangan.
Selanjutnya Desa Timahan di Kecamatan Kampak; Desa Besuki, Gayam, Nglebeng dan Banjar di Kecamatan Panggul; serta Desa Ngetal, Ngulanwetan dan Bendorejo di Kecamatan Pogalan.
BPBD Kabupaten Trenggalek memastikan seluruh api dari kejadian Karhutla yang tercatat dalam rekap tersebut telah berhasil dipadamkan melalui penanganan tim di lapangan.











