PERISTIWA

Dampak Kemarau 60 KK di Desa Sambirejo Kesulitan Air Bersih, BPBD Salurkan 6.000 Liter

×

Dampak Kemarau 60 KK di Desa Sambirejo Kesulitan Air Bersih, BPBD Salurkan 6.000 Liter

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas BPBD Trenggalek saat menyalurkan air bersih di Desa Sambirejo.
Inti Berita:
• Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di RT 9, RT 14, dan RT 15 Desa Sambirejo, Trenggalek, mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Agustus 2026.
​• BPBD Kabupaten Trenggalek telah melakukan pengiriman air bersih hingga lima kali dengan kapasitas 6.000 liter per pengiriman tangki.
​• Kekeringan merupakan bencana tahunan di wilayah tersebut, ditandai dengan mengeringnya sumur manual milik warga yang memiliki kedalaman hingga 20 meter.

SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Desa Sambirejo, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut membuat warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan air bersih.

Kedatangan mobil tangki disambut warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan.

Mulai dari tandon, galon, hingga bak berjajar di depan rumah warga untuk menampung bantuan air bersih tersebut.

Salah seorang penerima bantuan, Siti Muawanah (38), warga RT 14/RW 05 Desa Sambirejo, mengaku lega mendapatkan bantuan tersebut.

Ia mengatakan, warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak pertengahan Agustus 2026. Kondisi itu terutama dirasakan untuk memenuhi kebutuhan mencuci.

“Perasaannya senang mendapatkan bantuan air bersih ini. Sejak pertengahan Agustus 2026, untuk memenuhi kebutuhan mencuci, sumber air sudah menipis,” ujar Siti Muawanah, Rabu (9/9/2026).

Menurut Siti, satu tandon air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dua rumah hanya mampu bertahan sekitar satu minggu.

Karena itu, ia berharap penyaluran bantuan air bersih dapat ditambah selama musim kemarau masih berlangsung.

“Harapannya dengan adanya penyaluran air bersih ini bisa ditambah karena musim kemarau ini masih berlangsung,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambirejo, Karyanto Kartolo, mengatakan kekeringan saat ini berdampak terhadap sekitar 60 KK yang tersebar di tiga RT, yakni RT 9, RT 14, dan RT 15.

“Sampai hari ini terdampak kekeringan ada 60 KK yang berada di tiga RT sementara ini, RT 9, RT 14, dan RT 15,” beber Karyanto.

Ia menyebut, Pemerintah Desa Sambirejo telah lima kali mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada BPBD Trenggalek.

Dalam setiap pengiriman, BPBD menyalurkan sekitar 6.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki.

“Sampai hari ini sudah pengajuan kelima kali, kalau seingat saya. Jadi pengiriman satu kali 6.000 liter,” jelasnya.

Karyanto menjelaskan, warga sebenarnya mulai mengalami kekurangan air sejak awal Agustus 2026. Namun, kondisi tersebut semakin parah memasuki minggu kedua atau pertengahan Agustus.

“Kalau menurut warga, mereka sudah mulai mengalami kekurangan itu mulai awal Agustus. Tapi yang paling parah itu pertengahan Agustus, minggu kedua,” imbuhnya.

Menurutnya, kekeringan menjadi persoalan tahunan bagi warga di tiga RT tersebut setiap musim kemarau.

“Setiap tahun di sini, khusus untuk tiga RT itu, memang menjadi persoalan kekurangan air setiap musim kemarau,” ujarnya.

Sejumlah sumur milik warga juga mulai mengering. Bahkan, sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter sudah tidak lagi mengeluarkan air.

“Rata-rata sekitar 20 meter sudah tidak ada air. Apalagi untuk sumur manual yang bulat itu sudah tidak ada air. Yang masih ada airnya itu sumur bor,” jelas Karyanto.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Desa Sambirejo sebenarnya mengajukan bantuan sebanyak 10 ribu liter air. Namun, kapasitas tangki yang tersedia hanya sekitar 6.000 liter.

“Sebenarnya 10 ribu liter, tapi ini hanya 6 ribu liter. Insyaallah nanti setelah ini ada pengiriman lagi,” ungkapnya.

Karyanto mengatakan penyaluran air dilakukan secara kondisional berdasarkan laporan warga.

Ketika tandon warga kosong, pemerintah desa kembali mengajukan permintaan pengiriman air kepada BPBD Trenggalek.

“Kita melihat kondisional saja. Pengiriman berdasarkan laporan dari warga. Nanti ketika tandon sudah habis, kita ajukan ke BPBD untuk pengiriman,” jelasnya.

Ia berharap musim kemarau segera berakhir sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Selain mengandalkan bantuan BPBD, Pemerintah Desa Sambirejo juga berencana menambah jumlah tandon sebagai salah satu upaya penanganan kekeringan.

“Berharap musim kemarau segera berakhir. Insyaallah nanti pemerintah desa ini berencana menambah tandon-tandon untuk upaya kita dalam penanganan bencana,” tutupnya.