PERISTIWA

Karhutla Terjadi di Trenggalek, Emil Dardak Minta Daerah Rawan Siapkan Sekat Bakar

×

Karhutla Terjadi di Trenggalek, Emil Dardak Minta Daerah Rawan Siapkan Sekat Bakar

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas BPBD Trenggalek saat berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran hutan. ( dok. BPBD Trenggalek)
Inti Berita:
• Karhutla mulai terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Trenggalek, Blitar, dan Madiun, di tengah kondisi musim kemarau.
• Pemprov Jatim mendorong penguatan pencegahan melalui sekat bakar dan patroli rutin, terutama di kawasan yang rawan kebakaran.
• Penanganan juga diperkuat melalui kerja sama dengan TNI dan instansi terkait serta dukungan helikopter untuk water bombing.

SUARA TRENGGALEKKebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Trenggalek.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan informasi mengenai karhutla juga diterima dari sejumlah daerah lain, seperti Blitar dan Madiun.

“PJ Sekda mengatakan bahwa karhutla juga terjadi di Trenggalek. Kemudian saya dapat kabar barusan Blitar ada, di Madiun ada dan ini memang sangat rawan di musim kering seperti ini,” ujar Emil.

Menurut Emil, kondisi karhutla di Jawa Timur saat ini perlu mendapat perhatian serius. Salah satu kebakaran yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Bromo dengan luas mencapai sekitar 520 hektare.

“Dan 520 hektare ini kita harap tidak menyebar lagi, tetapi dia berawal dari satu titik menyebar menjadi 520,” katanya.

Penanganan di kawasan tersebut salah satunya difokuskan di puncak B30 yang berada ke arah timur menuju Lumajang. Pemadaman dilakukan dengan dukungan water bombing.

“B30 itu makin ke timur arah-arah Lumajang. Nah, ini yang mendapatkan penanganan water bombing,” jelas Emil.

Sekat Bakar Jadi Upaya Cegah Api Meluas

Selain pemadaman api, Emil menekankan pentingnya langkah pencegahan agar api tidak semakin meluas. Salah satu upaya yang dapat diterapkan di kawasan rawan adalah pembuatan sekat bakar.

Menurutnya, sekat bakar merupakan koridor yang sengaja dibuat tanpa tanaman yang mudah terbakar dan kemudian dipantau secara rutin.

“Ada namanya sekat bakar. Nah, sekat bakar ini adalah satu koridor yang sengaja tidak ada tanaman yang rawan terbakar. Ini kemudian dipatroli secara rutin untuk kemudian menjaga jangan sampai api menyebar,” terangnya.

Emil berharap konsep tersebut juga dapat diterapkan di daerah-daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan, dengan melibatkan Perhutani.

“Ini yang kemudian kita harapkan juga di daerah-daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan bersama dengan Perhutani tentunya bisa coba melihat potensi sekat bakar,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pencegahan penting dilakukan karena kawasan yang terbakar dapat memiliki luas yang besar ketika api menyebar dari satu titik.

Sejumlah Kawasan Pegunungan Rawan Karhutla

Emil mengatakan sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur juga perlu mendapat perhatian selama musim kemarau. Ia menyebut kawasan seperti Ijen, Arjuno, dan Gunung Lawu sebagai wilayah yang perlu diwaspadai.

“Yang rawan-rawan ini kawasan-kawasan tinggi Ijen, Arjuno, ini juga rawan terbakar. Nah, maka kita perlu Gunung Lawu, maka kita perlu memastikan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dalam penanganan kebakaran.

“Gambut itu mau sudah dipadamkan itu enggak gampang karena dia betul-betul sekam yang butuh penjagaan. Kita bersyukur kita tidak, tetapi kita tetap harus waspada,” ujarnya.

Pemprov Jatim Tambah Dukungan Helikopter

Untuk mendukung penanganan karhutla, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengambil langkah dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki serta bekerja sama dengan TNI dan instansi terkait.

Emil mengatakan terdapat dukungan helikopter tambahan untuk membantu proses pemadaman melalui water bombing.

“Jadi Pemprov, Ibu Gubernur mengambil langkah selain dua dari BNPB dengan menggunakan sumber daya dari Pemprov Jawa Timur bekerja sama dengan instansi TNI juga ada tambahan satu helikopter lagi,” jelasnya.

Menurut Emil, helikopter tambahan tersebut akan dimobilisasi untuk mendukung penanganan kebakaran melalui metode water bombing.

“Kalau tidak salah jenis Airbus kalau enggak salah yang kemudian dimobilisasi untuk melakukan water bombing,” pungkasnya.