Inti Berita:
• Kebakaran hutan dan lahan terjadi di petak 75 B1, Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
• Petugas gabungan menghadapi medan berbukit, api cukup besar, dan keterbatasan peralatan saat melakukan pemadaman.
• Berkat kerja keras petugas, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.15 WIB dan terus dipantau untuk memastikan tidak kembali menyala.
SUARA TRENGGALEK – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Api sempat membesar dan menghanguskan area lahan di petak 75 B1, Dusun Ngegong, sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas gabungan.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (7/8/2026). Petugas gabungan dari Polsek Karangan, Koramil, BPBD, Perhutani, dan Dinas Kehutanan langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari warga.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kapolsek Karangan AKP Bambang Yulianto mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk melakukan pemadaman.
“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder. Lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Petugas melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Selain itu, titik api dilokalisir untuk mencegah kobaran merembet ke area hutan lainnya.
Medan Berbukit dan Peralatan Terbatas
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi kondisi medan yang berbukit, kobaran api yang cukup besar, serta keterbatasan peralatan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya petugas untuk terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
“Berkat kerja keras petugas, api baru bisa dikendalikan sekira pukul 20.15 WIB. Itupun masih kita pantau terus. Khawatirnya masih ada titik api yang masih menyala. Jadi kita pastikan bahwa api sudah benar-benar padam,” imbuh Bambang.
Pemantauan tetap dilakukan setelah api berhasil dikendalikan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran
Bambang mengatakan kondisi cuaca yang telah memasuki musim kemarau menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kawasan hutan dan lahan lebih mudah terbakar.
Ranting dan daun kering yang berada di kawasan tersebut, ditambah cuaca yang sangat terik, membuat material di lahan mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Bambang meminta warga tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok yang masih menyala, maupun sengaja membuat api di lahan terbuka.
“Saling peduli dan open. Jika mengetahui kebakaran segera laporkan melalui call center 110,” pungkasnya.











