OLAHRAGA

Ketua Askab PSSI Trenggalek Buka Suara Soal Sanksi Wasit, Dipersilakan Ajukan Banding

×

Ketua Askab PSSI Trenggalek Buka Suara Soal Sanksi Wasit, Dipersilakan Ajukan Banding

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo saat menyampaikan polemik terkait sanksi wasit di turnamen TSL.
Inti Berita:
• Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, menyatakan polemik sanksi terhadap wasit TSL 2026 dipicu miskomunikasi antara penyelenggara dan Askab.
• Ia menegaskan keputusan sanksi merupakan kewenangan independen Komdis dan para wasit memiliki hak mengajukan banding.
• Askab juga mengklaim telah mengajak penyelenggara TSL berkolaborasi, menghormati rekomendasi Asprov Jatim, serta kini memilih fokus mempersiapkan Piala Soeratin U-17.

SUARA TRENGGALEK – Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo angkat bicara terkait polemik sanksi terhadap wasit lokal yang memimpin pertandingan Trenggalek Student League (TSL) 2026.

Menurutnya, persoalan tersebut berawal dari miskomunikasi antara pihak penyelenggara turnamen dengan Askab PSSI Trenggalek, bukan konflik kepentingan antarlembaga.

Puguh menegaskan dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Askab, kata dia, akan mengambil langkah strategis agar persoalan serupa tidak terulang demi kemajuan sepak bola di Trenggalek.

“Kronologinya terkait hal-hal yang muncul ini adalah dinamika di dalam organisasi yang sangat wajar sehingga nanti ASKAB PSSI Trenggalek akan mengambil langkah strategis demi kemajuan sepak bola Trenggalek,” katanya.

Sanksi Wasit Menjadi Ranah Komdis

Puguh menegaskan keputusan pemberian sanksi terhadap wasit sepenuhnya menjadi kewenangan Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek yang bersifat independen.

Karena itu, ia mengaku tidak dapat mengintervensi putusan yang telah dikeluarkan.

“Terkait dengan permasalahan wasit itu adalah ranahnya Komite Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek. Memang belum ada penugasan dari Askab, tetapi dari sanksi yang diberikan Komdis itu sesuai dengan PO ataupun ketentuan yang berlaku masih ada ruang bagi teman-teman wasit atau perangkat pertandingan untuk melakukan banding ke Komisi Banding,” ujarnya.

Ia pun mempersilakan para wasit yang dijatuhi sanksi memanfaatkan mekanisme banding yang telah diatur dalam peraturan organisasi.

“Jadi monggo ruang itu dimanfaatkan, karena Komdis juga punya independensi sendiri, Komisi Banding juga independensi sendiri. Saya selaku Ketua ASKAB PSSI Trenggalek tidak ikut campur terhadap hasil keputusannya karena itu ranah Komdis dan Komisi Banding,” katanya.

Rekomendasi Belum Terbit karena Ajakan Kolaborasi Tak Ditanggapi

Puguh menjelaskan, penyelenggara TSL memang telah mengajukan surat permohonan rekomendasi kepada Askab.

Namun, pada saat bersamaan Askab juga memiliki agenda penyelenggaraan Liga Pelajar dalam rangka HUT Kemerdekaan sehingga berupaya mengajak penyelenggara TSL berkolaborasi.

“Terkait yang muncul itu bagi kami ada miskomunikasi saja. Surat dari Trenggalek Student League sudah masuk, kemudian kami juga bersurat untuk mengundang panitia pelaksana. Bukan hanya secara tertulis, tetapi juga secara lisan kami ajak komunikasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ditawarkan agar dua agenda sepak bola tersebut dapat disinergikan sehingga pelaksanaannya lebih meriah dan bermanfaat bagi pembinaan sepak bola di Trenggalek.

“Karena di tahun 2026 sesuai program kerja ASKAB juga ada Liga Pelajar dalam rangka HUT Kemerdekaan. Kami mengajak TSL berkolaborasi, bersinergi dan membahas hal-hal teknis agar bisa disatukan sehingga kegiatannya lebih ramai dan bagus untuk kemajuan sepak bola Trenggalek,” lanjutnya.

Namun, ia mengaku undangan maupun komunikasi yang dilakukan Askab tidak pernah mendapat respons dari pihak penyelenggara TSL.

“Namun dari undangan yang kami kirim dan koordinasi secara lisan itu tidak ada jawaban dan tanggapan dari penyelenggara TSL. Akhirnya sampai saat ini kami belum mengeluarkan rekomendasi. Karena belum ada rekomendasi, maka surat penugasan wasit juga belum bisa diterbitkan,” katanya.

Puguh menegaskan rekomendasi penyelenggaraan dan surat penugasan perangkat pertandingan merupakan dua dokumen yang harus berjalan bersamaan.

“Karena pemberian rekom dengan surat penugasan ini harus berjalan beriringan. Karena belum mengeluarkan rekom, mungkin Komdis sesuai dengan ranahnya akhirnya memberikan sanksi kepada wasit atau perangkat pertandingan. Namun itu bukan sesuatu yang harga mati karena di Komdis sendiri ada ruang untuk banding dan itu sudah diatur dalam PO maupun statuta,” ujarnya.

Ia berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi tanpa saling menyalahkan.

“Harapannya kami mari bersinergi dengan baik untuk memajukan sepak bola Trenggalek, tidak saling merasa paling benar dan harus andap asor untuk memajukan sepak bola. Dalam kurun waktu terakhir ini sepak bola Trenggalek sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa,” ucapnya.

Hormati Asprov, Askab Klaim Sudah Kirim Surat Balasan

Menanggapi terbitnya rekomendasi dari PSSI Provinsi Jawa Timur untuk TSL 2026, Puguh mengatakan Askab tetap menghormati kewenangan Asprov sebagai pembina sepak bola tingkat provinsi.

Meski demikian, menurutnya Askab juga memiliki kewenangan terhadap wasit berlisensi C-3 sesuai statuta organisasi.

“Terkait surat rekomendasi ASPROV PSSI Jawa Timur kami tetap menghormati Asprov selaku pembina sepak bola provinsi. Namun sesuai pedoman organisasi atau statuta, Askab juga punya kewenangan. Wasit C-3 memang aset PSSI, tetapi sesuai ruang lingkup kewenangannya merupakan aset Askab. Karena itu Komdis bersikap sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.

Ia juga menyebut Askab telah mengirim surat balasan kepada Asprov Jatim terkait rekomendasi tersebut, meski hingga kini belum memperoleh jawaban tertulis.

“Terkait rekom tersebut Askab mengeluarkan surat balasan kepada Asprov namun belum mendapatkan jawaban. Kalau arahan Asprov secara lisan melalui sambungan telepon, intinya beliau berkomitmen memajukan sepak bola sesuai peraturan dan tujuan bersama, sekaligus menjadi bahan introspeksi bagi Askab, Asprov, perangkat pertandingan maupun para penggemar sepak bola,” ujarnya.

Fokus Persiapan Piala Soeratin U-17

Puguh mengatakan Askab kini mulai mengalihkan fokus untuk mempersiapkan pelaksanaan Piala Soeratin U-17, di mana Trenggalek ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Harapan saya setelah sama-sama introspeksi, kami akan fokus pada persiapan Piala Soeratin U-17 yang akan dimulai tanggal 12 nanti. Ma ri kita sukseskan bukan hanya dari sisi penyelenggaraan tetapi juga prestasi,” pungkasnya.