PERISTIWA

15 Desa di Trenggalek Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk 900 Warga

×

15 Desa di Trenggalek Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk 900 Warga

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas BPBD Trenggalek saat menyalurkan air bersih di wilayah kekeringan dampak kemarau.
Inti Berita:
• Musim kemarau menyebabkan kekeringan di 15 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
• BPBD telah menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada sekitar 900 warga di Kecamatan Panggul dan memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

SUARA TRENGGALEK – Dampak musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Trenggalek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 15 desa di delapan kecamatan mengalami kekeringan yang mengakibatkan ribuan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wilayah terdampak meliputi Desa Prambon di Kecamatan Tugu, Desa Cakul dan Desa Pandean di Kecamatan Dongko, Desa Wonocoyo di Kecamatan Pogalan, Desa Wonanti di Kecamatan Gandusari, Desa Timahan di Kecamatan Kampak, serta Desa Slawe di Kecamatan Watulimo.

Sementara itu, Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Sebanyak tujuh desa terdampak kekeringan, yakni Desa Besuki, Karangtengah, Nglebeng, Ngrencak, Kertosono, Panggul, dan Banjar.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, BPBD Kabupaten Trenggalek mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak menggunakan armada tangki milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Trenggalek.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek yang juga menjabat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pemerintah daerah terus bergerak cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Penyaluran air bersih dilakukan ke sejumlah desa yang mengalami kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau. Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Distribusi 16.000 Liter Air Bersih

Stefanus menjelaskan, penyaluran bantuan pada Minggu (2/8/2026) berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.45 WIB. Dalam sehari, BPBD mendistribusikan 16.000 liter air bersih menggunakan empat truk tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BBWS Brantas.

“Minggu kemarin total ada 16.000 liter air bersih yang kami distribusikan menggunakan empat tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Bantuan ini kami prioritaskan untuk desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih,” katanya.

Empat tangki air bersih tersebut seluruhnya disalurkan ke wilayah Kecamatan Panggul. Di Desa Nglebeng, sebanyak 4.000 liter air bersih diberikan kepada 202 kepala keluarga (KK) atau 426 jiwa di Dusun Slorok.

Selanjutnya, Desa Banjar menerima 4.000 liter untuk 74 KK atau 213 jiwa di Dusun Mendung. Di Desa Ngrencak, bantuan sebanyak 4.000 liter disalurkan kepada 57 KK atau 163 jiwa di Dusun Kasian.

Sementara itu, Desa Panggul menerima satu tangki berisi 4.000 liter air bersih yang diperuntukkan bagi 37 KK atau 98 jiwa di Dusun Madatan.

Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau 370 kepala keluarga dengan sekitar 900 jiwa penerima manfaat.

BPBD Siap Perluas Distribusi

Stefanus menegaskan BPBD akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan memperluas distribusi bantuan apabila jumlah desa terdampak terus bertambah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih serta segera melapor kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau berlangsung agar dampaknya dapat diminimalkan,” pungkasnya.