Inti Berita:
• Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek masih menunggu selesainya rekrutmen guru dan tendik PPPK Kemensos yang ditargetkan rampung akhir September 2026.
• Sementara itu, proses pembelajaran akan didukung guru tamu.
SUARA TRENGGALEK – Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (tendik) menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.
Untuk menjamin proses pembelajaran tetap berjalan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema guru tamu hingga proses rekrutmen PPPK rampung.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan proses seleksi PPPK yang dilakukan Kemensos masih berlangsung. Penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dijadwalkan pada akhir September 2026.
“Kami memang akan kekurangan guru maupun tendik karena saat ini pengadaan PPPK. Kemensos masih dalam proses seleksi yang insyaallah penetapan NIP-nya ada di akhir September,” ujar Yogyantoro.
Sekolah Rakyat Gandeng Guru Tamu
Sebagai solusi sementara, Sekolah Rakyat menggandeng guru tamu dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 17 guru berasal dari jenjang SMA, dua guru dari SMP, serta enam guru kelas dari jenjang SD.
Sementara kebutuhan tenaga kependidikan, termasuk wali asrama dan wali asuh, akan didukung oleh PSNK dari Direktorat terkait.
“Guru tamu akan menjalankan tugas selama masa MPLS dan matrikulasi hingga guru dan tendik PPPK Kemensos sudah bisa bertugas di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Yogyantoro menambahkan, tahapan seleksi PPPK saat ini telah memasuki proses setelah pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) dan akan dilanjutkan dengan uji kompetensi serta wawancara bidang.
Kuota SMP dan SMA Ditambah
Selain menyiapkan tenaga pendidik, Sekolah Rakyat juga melakukan penyesuaian jumlah rombongan belajar (rombel). Penambahan dilakukan pada jenjang SMP dan SMA karena jumlah pendaftar jauh melebihi kuota awal.
Menurut Yogyantoro, kuota awal jenjang SD sebanyak tiga rombel hanya mampu terisi satu rombel. Kekurangan tersebut kemudian dialihkan untuk menambah rombel di tingkat SMP dan SMA.
“Awalnya kami ada kuota tiga rombel SD, tetapi yang terpenuhi hanya satu rombel. Maka kami switch ke jenjang SMP dan SMA karena peminatnya membludak,” katanya.
Dengan penyesuaian tersebut, rombel SMP bertambah dari tiga menjadi empat rombel. Begitu pula rombel SMA yang meningkat menjadi empat rombel.
Saat ini kuota terbaru terdiri atas satu rombel SD dengan 30 calon siswa yang telah terpenuhi, empat rombel SMP dengan total 120 siswa yang juga telah terpenuhi, serta empat rombel SMA.
Untuk jenjang SMA, jumlah calon siswa yang telah mendaftar sebanyak 83 orang sehingga masih tersedia 37 kursi.
MPLS Dimulai 1 Agustus
Yogyantoro menjelaskan, rangkaian MPLS akan berlangsung mulai 1 hingga 15 Agustus 2026.
Selama kegiatan tersebut, para siswa akan mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, teman sebaya.
Hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan Puskesmas Trenggalek dan Puskesmas Rejowinangun.
Setelah MPLS selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan program matrikulasi pada 18 Agustus hingga 30 September 2026.











