KESEHATAN

47 Penderita HIV di Trenggalek Didominasi Usia Produktif, Mayoritas Laki-laki Pelanggan Pekerja Seks

×

47 Penderita HIV di Trenggalek Didominasi Usia Produktif, Mayoritas Laki-laki Pelanggan Pekerja Seks

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin saat menyampaikan update penderita HIV selama semester I 2026.
Inti Berita:
• Dinkes PPKB Trenggalek mencatat terdapat 47 penderita HIV dengan mayoritas berada pada usia produktif 25–49 tahun dan didominasi laki-laki.
• Penemuan kasus paling banyak berasal dari kelompok pelanggan pekerja seks.
• Meski HIV belum dapat disembuhkan, virusnya dapat dikendalikan melalui terapi sehingga penderita tetap dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang baik apabila rutin berobat.

SUARA TRENGGALEK – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama semester I tahun 2026 di Kabupaten Trenggalek tercatat masih didominasi kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun.

Dari total 47 penderita yang tercatat, sebagian besar merupakan laki-laki dengan faktor risiko terbanyak berasal dari kelompok pelanggan pekerja seks.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan mayoritas penderita HIV saat ini masih berada pada stadium awal sehingga belum mengalami gejala berat.

“Untuk penderita HIV stadium 1 ada 26 orang, stadium 2 sebanyak 8 orang, stadium 3 ada 12 orang, dan stadium 4 ada 1 orang. Totalnya 47 penderita,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Andiek menjelaskan, HIV memiliki empat stadium. Stadium pertama merupakan infeksi tanpa gejala, stadium kedua disertai gejala ringan, stadium ketiga mulai muncul keluhan seperti sariawan dan diare.

Sedangkan penderita pada stadium keempat merupakan kondisi paling berat yang ditandai kelelahan, sesak napas, hingga tubuh melemah.

Laki-laki Mendominasi

Berdasarkan data yang tercatat pada Dinkes PPKB Trenggalek sesuai jenis kelamin, penderita HIV di Trenggalek didominasi laki-laki.

“Dari total 47 penderita, laki-laki ada 26 orang sedangkan perempuan 21 orang,” jelas Andiek.

Sementara berdasarkan kelompok usia, satu penderita berusia 15–19 tahun, tiga orang berusia 20–24 tahun, sebanyak 32 orang berada pada rentang usia 25–49 tahun, dan 11 orang berusia di atas 49 tahun.

“Kalau kita bagi berdasarkan rentang usia, yang paling banyak memang usia 25 sampai 49 tahun. Ini merupakan usia produktif,” katanya.

Pelanggan Pekerja Seks Jadi Kelompok Terbanyak

Menurut Andiek, penemuan kasus HIV di Kabupaten Trenggalek paling banyak berasal dari populasi pelanggan pekerja seks.

Selain itu, terdapat pula penderita dari kelompok pasien tuberkulosis (TBC) maupun pasangan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).

“Saat ini di wilayah Kabupaten Trenggalek, penemuan HIV paling banyak pada populasi pelanggan pekerja seks. Kemudian ada juga dari penderita TBC dan beberapa dari pasangan LSL,” ujarnya.

Ia menambahkan, mobilitas masyarakat yang tinggi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penularan HIV.

“Memang ada yang berasal dari luar daerah dan ada yang dari sini. Biasanya orang yang mobilitasnya tinggi, meskipun domisilinya Trenggalek tetapi sering bepergian ke luar daerah,” jelasnya.

Belum Bisa Disembuhkan, Tetapi Virus Dapat Dikendalikan

Andiek menjelaskan, hingga kini HIV belum dapat disembuhkan. Namun, perkembangan virus dapat dikendalikan melalui terapi sehingga jumlah virus di dalam tubuh dapat ditekan.

“Penyakit HIV memang tidak bisa disembuhkan, tetapi virusnya bisa dikendalikan. Dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan PCR, jumlah virus bisa ditekan hingga tersupresi bahkan bisa sangat rendah apabila pasien rutin menjalani terapi dan daya tahan tubuhnya baik,” katanya.

Saat ini hanya terdapat satu penderita yang berada pada stadium 4. Meski demikian, pasien tersebut tetap menjalani perawatan secara rawat jalan di rumah, sementara penderita lainnya juga menjalani pengobatan berdasarkan gejala yang dialami.

Penularan Tidak Hanya Melalui Hubungan Seksual

Andiek menegaskan, HIV dapat menular melalui beberapa cara, tidak hanya melalui hubungan seksual.

“Penularan HIV bisa melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik secara bergantian, penularan dari ibu kepada bayi melalui proses menyusui, serta transfusi darah yang telah terkontaminasi virus HIV,” terangnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS. Menurutnya, HIV merupakan virus penyebab penyakit, sedangkan AIDS merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat penurunan sistem kekebalan tubuh karena infeksi HIV.