PENDIDIKAN

Polsanak Polres Trenggalek Ajak Siswa MI Sugihan Belajar Sejarah Kepolisian di Museum R. Roestamadji

×

Polsanak Polres Trenggalek Ajak Siswa MI Sugihan Belajar Sejarah Kepolisian di Museum R. Roestamadji

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kegiatan polisi sahabat anak saat menunjukkan museum hidup di Mapolres.
Inti Berita:
• Program Polisi Sahabat Anak di Polres Trenggalek tidak hanya mengenalkan profesi kepolisian dan edukasi tertib berlalu lintas, tetapi juga mengajak siswa memahami sejarah Polres Trenggalek melalui Museum R. Roestamadji.
• Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap dapat menanamkan nilai kebangsaan, kecintaan terhadap sejarah, serta kesadaran hukum kepada generasi muda sejak usia dini.

SUARA TRENGGALEK – Program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang digelar Satlantas Polres Trenggalek tak hanya mengenalkan tugas kepolisian dan tertib berlalu lintas kepada pelajar.

Dalam kegiatan bersama siswa MI Sugihan, Kecamatan Kampak, Kamis (16/7), para peserta juga diajak mengenal sejarah Polres Trenggalek melalui Museum R. Roestamadji.

Program pembinaan dan edukasi yang menyasar siswa taman kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga sekolah dasar (SD) itu dikemas dengan mengajak anak-anak berkeliling lingkungan Mapolres Trenggalek.

Mereka dikenalkan dengan tugas dan fungsi kepolisian beserta berbagai peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah kunjungan ke Museum R. Roestamadji yang berada di sayap timur gedung utama Mapolres Trenggalek.

Museum berdinding kaca tersebut menyimpan berbagai koleksi perlengkapan kepolisian tempo dulu, mulai dari seragam polisi hingga sepeda patroli yang pernah digunakan anggota kepolisian.

Antusiasme siswa terlihat saat melihat koleksi museum. Rasa penasaran membuat mereka aktif bertanya mengenai fungsi berbagai peralatan yang dipamerkan. Ketertarikan serupa juga ditunjukkan para guru dan pendamping yang turut mengikuti kegiatan.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Kharisma Afriansyah, mewakili Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, mengatakan pengenalan sejarah menjadi bagian penting dalam kegiatan Polsanak agar anak-anak tidak hanya memahami tugas kepolisian saat ini, tetapi juga mengetahui perjalanan institusi tersebut.

“Nama museum itu sendiri merujuk pada nama AKP R. Roestamadji yang menjabat sebagai Kapolres Trenggalek pertama. Melalui barang-barang yang ada di museum ini kita coba visualisasikan perjalanan Polres Trenggalek hingga menjadi seperti saat ini,” ujarnya.

Menurut Kharisma, pembelajaran sejarah kepolisian diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman anak-anak terhadap perjuangan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Trenggalek.

Selain menjadi sarana mengenalkan sejarah, museum tersebut juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta kepatuhan terhadap hukum, termasuk kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Mereka adalah anak-anak kita, generasi masa depan yang nantinya akan menjadi pemimpin. Kita bekali mereka dengan hal-hal yang positif menyongsong Indonesia Emas 2045. Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dari masa lalu kita belajar dan menatap masa depan,” pungkasnya.