Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek melalui Diskominfo menggelar Bimtek Foto dan Video Pendek untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.
• Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan membuat konten digital yang informatif dan menarik guna mendukung publikasi pembangunan, pelayanan publik, pariwisata, serta potensi UMKM desa.
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Foto dan Video Pendek.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, tersebut membekali peserta dengan kemampuan memproduksi konten digital untuk mendukung publikasi potensi desa.
Bimtek yang diikuti sekitar 40 peserta itu melibatkan perwakilan pemerintah desa, kader desa, pendidik PAUD/TK, serta Karang Taruna di Kecamatan Pogalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan kebutuhan publikasi di era digital telah menjadi keniscayaan, baik bagi instansi pemerintahan maupun lembaga pendidikan.
Menurutnya, setiap desa memiliki cerita dan potensi yang layak diketahui masyarakat luas.
“Cerita yang baik pasti akan menemukan jalannya, tetapi cerita yang dikemas dengan baik akan menjangkau lebih banyak orang,” ungkap Yusuf Widharto, Rabu (15/7/2026).
Tingkatkan Kemampuan Produksi Konten Digital
Yusuf menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan foto dan video pendek yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan sesuai dengan kebutuhan publikasi digital.
“Tak hanya menginformasi, tapi juga menarik, serta sesuai dengan kebutuhan publikasi digital,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan saat ini bukan sekadar memiliki cerita yang baik, melainkan bagaimana mengemasnya agar mampu menarik perhatian masyarakat dan menjangkau audiens yang lebih luas.
“Setiap desa, setiap wilayah, dan setiap masyarakat memiliki cerita serta potensi yang layak untuk diketahui publik.
Tantangannya adalah bagaimana cerita-cerita baik itu bisa dikemas secara menarik sehingga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas,” paparnya.
Bekali Peserta Teknik Fotografi dan Videografi
Pria yang juga menjabat sebagai Camat Munjungan itu berharap peserta memperoleh keterampilan memproduksi konten digital yang menarik dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut pemerintah desa mampu beradaptasi agar berbagai informasi positif dari desa tidak tertinggal dan dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.
“Karena itu, kita perlu mampu beradaptasi agar berbagai informasi positif dari desa tidak tertinggal, tetapi justru dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat,” terangnya.
Yusuf menambahkan, kemampuan
menghasilkan foto dan video yang baik dapat menjadi kekuatan desa dalam mempublikasikan potensi yang dimiliki, mulai dari pembangunan, pelayanan masyarakat, hingga promosi sektor pariwisata dan UMKM.
Selama pelatihan, peserta dibekali teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan telepon pintar.
Materi yang diberikan meliputi teknik pengambilan gambar, penyusunan cerita visual (storytelling), komposisi, pencahayaan, hingga penyuntingan video sederhana.
“Bekal ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan konten digital yang informatif, kreatif, dan mampu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.











