Inti Berita:
• Selama Juni 2026, SLRT-GERTAK Trenggalek menerima 219 permohonan layanan sosial, dengan hampir 75 persen di antaranya telah disetujui.
• Permohonan BPJS Kesehatan masih menjadi layanan yang paling banyak diajukan masyarakat.
• Sejak diluncurkan pada 2017, sistem ini telah menangani lebih dari 39 ribu permohonan, menjadi salah satu kanal utama pelayanan sosial di Kabupaten Trenggalek.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 219 permohonan layanan masyarakat masuk melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK) sepanjang 2 hingga 30 Juni 2026.
Dari total laporan tersebut, sebagian besar telah berhasil ditindaklanjuti. Bahkan, 164 permohonan atau sekitar 74,89 persen telah disetujui, sementara 55 permohonan atau 25,11 persen masih dalam proses verifikasi maupun melengkapi persyaratan.
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sistem layanan sosial terpadu terus dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan pemerintah.
“Sementara itu, ada 55 laporan atau 25,11 persen yang saat ini statusnya masih dalam proses atau belum memenuhi persyaratan dan masih menunggu hasil,” terang Habib saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Lebih dari 39 Ribu Permohonan Sejak Diluncurkan
Habib menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada 17 April 2017 hingga 30 Juni 2026, SLRT-GERTAK telah menangani 39.093 permohonan dari masyarakat.
Jika dirata-rata, layanan tersebut menerima sekitar 15 aduan setiap hari, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan sosial yang cepat dan terintegrasi.
Kecamatan Trenggalek Catat Permohonan Terbanyak
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Trenggalek menjadi daerah dengan jumlah permohonan tertinggi selama Juni 2026.
Berikut lima kecamatan dengan jumlah aduan terbanyak:
1. Kecamatan Trenggalek: 34 permohonan
2. Kecamatan Karangan: 29 permohonan
3. Kecamatan Pogalan: 28 permohonan
4. Kecamatan Tugu: 23 permohonan
5. Kecamatan Durenan: 22 permohonan
“Setelah Kecamatan Kota, disusul oleh Kecamatan Karangan dengan 29 permohonan, Pogalan 28 permohonan, Tugu 23 permohonan, dan Kecamatan Durenan ada 22 permohonan,” ujar Habib.
BPJS Kesehatan Mendominasi Layanan
Dari sisi jenis layanan, permohonan BPJS Kesehatan masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Tercatat sebanyak 208 permohonan berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan, jauh melampaui jenis layanan lainnya.
Sementara itu, rincian layanan lainnya meliputi:
1. Keringanan biaya kesehatan: 5 permohonan
2. Bantuan akomodasi: 3 permohonan
3. Santunan: 2 permohonan
4. Layanan sosial lainnya: 1 permohonan
Data tersebut menunjukkan akses layanan kesehatan masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Trenggalek.
Dinsos Apresiasi Partisipasi Masyarakat
Habib menegaskan setiap laporan yang disampaikan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan sosial di Kabupaten Trenggalek.
Menurutnya, keaktifan masyarakat memanfaatkan kanal aduan resmi menjadi indikator bahwa sistem SLRT-GERTAK semakin dikenal dan dipercaya.
“Kami mengapresiasi keaktifan warga dalam memanfaatkan kanal aduan resmi ini.”
Ia menambahkan, Dinsos PPPA akan terus memperkuat sistem pelayanan agar semakin mudah diakses, responsif, serta tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tak lupa, Habib menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan layanan tersebut.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.











