Inti Berita:
• Satpol PP Trenggalek menggelar sidak di sejumlah titik Kota Trenggalek dengan mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif.
• Sasaran penertiban meliputi pedagang di bahu Jalan Brigjen Soetran, tiga lapak rosokan, pelajar yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah, hingga pemantauan warung yang diduga menjadi tempat berkumpul ASN.
• Dari hasil sidak, petugas tidak menemukan ASN yang berada di warung kopi pada jam kerja, sementara pedagang dan masyarakat diberi waktu untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku.
SUARA TRENGGALEK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek menggelar patroli sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik wilayah Kota Trenggalek, Senin (6/7/2026).
Berbeda dengan razia pada umumnya, penertiban kali ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat.
Petugas menyasar berbagai lokasi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum, mulai dari pedagang yang berjualan di bahu jalan serta tempat penampungan barang rosok.
Bahkan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah saat berada di warung kopi, hingga lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul aparatur sipil negara (ASN) pada jam kerja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek, Purwo Edi Prawito mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban umum.
“Saya jelaskan bahwa hari ini, kami Satpol PP Trenggalek sedang melaksanakan penertiban dan sosialisasi kepada masyarakat. Kami memberikan edukasi pemahaman, agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Pedagang di Jalan Brigjen Soetran Jadi Sasaran
Salah satu fokus penertiban dilakukan terhadap pedagang yang berjualan di bahu Jalan Brigjen Soetran.
Menurut Purwo, aktivitas tersebut tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Petugas memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi berjualan.
“Kami memberikan sosialisasi pada masyarakat yang jualan di Brigjen Soetran, jelas melanggar lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan karena berada di bahu jalan,” ujarnya.
Tiga Lapak Rosokan Diminta Segera Ditertibkan
Selain pedagang, Satpol PP juga mendatangi tiga lokasi penampungan barang rosokan di kawasan Kota Trenggalek, yakni di Kelurahan Sumbergedong, depan Kantor Dinas Kesehatan, dan depan Kantor Kecamatan Trenggalek.
Keberadaan lapak rosokan tersebut dinilai mengurangi estetika kawasan perkotaan. Namun, petugas masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan waktu kepada pemilik untuk menata lokasi secara mandiri.
“Kedua menertibkan tiga titik tempat rosokan di kota, itu mengganggu keindahan kota, dari mulai di Sumbergedong, depan kantor Dinkes, dan di depan Kecamatan Trenggalek, semuanya sudah kami berikan himbauan, mereka paham kami dekati dengan persuasif kami kasih waktu untuk menertibkan agar tidak sampai mengganggu,” jelasnya.

Pelajar Berseragam Ditemukan Nongkrong di Warung Kopi
Dalam patroli tersebut, petugas juga menemukan sejumlah pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah sedang berkumpul di warung kopi kawasan Sumbergedong saat jam belajar.
Mereka diberikan pembinaan dan diingatkan agar tidak menghabiskan waktu di warung kopi ketika seharusnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Kami juga menertibkan anak-anak sekolah tadi ada murid-murid yang lagi ngopi, lagi cangkruk di sekitar arena warung Sumbergedong dan memakai baju sekolah, kami berikan edukasi dulu, agar nanti jam sekolah warung kopi tidak boleh,” tutur Purwo.
Satpol PP Tak Temukan ASN Nongkrong Saat Jam Kerja
Satpol PP juga melakukan pengecekan di sejumlah warung kopi yang selama ini kerap disebut menjadi tempat berkumpul ASN saat jam kerja.
Dari hasil pemantauan, petugas tidak menemukan adanya ASN yang sedang berada di warung kopi.
Purwo berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bentuk kedisiplinan aparatur pemerintah.
“Kami melakukan pengecekan tempat cangkrukan warung PNS kami tidak menemukan rekan-rekan PNS di warung kopi semoga menghasilkan kerjasama dengan baik,” katanya.











