PENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Trenggalek Usung Desain Kearifan Lokal Kerajaan Sebagai Gerbang Pendidikan

×

Sekolah Rakyat Trenggalek Usung Desain Kearifan Lokal Kerajaan Sebagai Gerbang Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Tampak depan bangunan sekolah rakyat Trenggalek.
Inti Berita:
• Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek dirancang mampu menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan konsep sekolah berasrama.
• Selain mengusung desain bernuansa kearifan lokal, kawasan ini juga dilengkapi delapan asrama siswa, dua asrama guru, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, serta akses ramah disabilitas.
• Sejumlah bangunan utama telah selesai dan ditargetkan siap digunakan untuk menyambut tahun ajaran baru.

SUARA TRENGGALEK – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek terus menunjukkan progres positif. Sejumlah bangunan utama bahkan telah selesai dan siap difungsikan untuk mendukung pelaksanaan tahun ajaran baru.

Tak hanya mengusung konsep pendidikan terpadu dari jenjang SD hingga SMA, sekolah yang menjadi bagian dari program nasional tersebut juga mengedepankan unsur kearifan lokal dalam desain bangunan serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi siswa.

Desain Gerbang Angkat Kearifan Lokal

Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Adiguna Akbar, mengatakan konsep desain kawasan sekolah mengombinasikan fungsi pendidikan modern dengan sentuhan budaya lokal.

Salah satu yang paling menonjol adalah desain pagar dan gerbang utama yang mengadopsi nuansa tradisional sebagai identitas kawasan mirip bangunan kerajaan.

“Untuk desainnya sendiri, terutama pagar depan, kami mengakomodasi kearifan lokal. Jadi kami memberikan kesan tradisional di bagian depan yang sekarang sudah terlihat seperti yang tersaji saat ini,” ujarnya.

Menurut Alivio, konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Sekolah Rakyat sebagai gerbang lahirnya generasi penerus bangsa.

“Sebisa mungkin Sekolah Rakyat ini menjadi gerbang ilmu pengetahuan supaya sesuai dengan visi misi Bapak Presiden untuk mencerdaskan generasi masa depan,” katanya.

Mampu Tampung 1.080 Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa.

Jumlah tersebut akan terbagi ke dalam 36 ruang kelas, dengan rata-rata setiap kelas diisi sekitar 30 siswa.

“Untuk kapasitas bangunan terdiri dari 1.080 siswa yang terbagi menjadi 36 kelas. Jadi setiap kelas sekitar 30 siswa,” jelasnya.

Sekolah ini nantinya melayani tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan terpadu.

Delapan Asrama Siswa dan Dua Asrama Guru

Sebagai sekolah berkonsep boarding school, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas asrama.

Alivio menjelaskan terdapat delapan gedung asrama siswa serta dua gedung asrama guru yang dibangun terpisah.

Untuk menjaga kenyamanan penghuni, asrama putra dan putri ditempatkan pada gedung yang berbeda.

“Secara layout asrama putra dan putri dipisah per gedung. Jadi satu gedung penuh untuk putra dan satu gedung lainnya untuk putri,” terangnya.

Kapasitas setiap kamar juga bervariasi, menyesuaikan ukuran ruangan.

“Satu kamar bervariatif, ada yang sekitar 20 siswa, tergantung kapasitas ruangannya karena ada beberapa jenis ruangan,” tambahnya.

Kelas dan Asrama Gunakan Kipas Angin

Terkait fasilitas, Alivio menyebut ruang kelas maupun asrama menggunakan kipas angin sebagai sistem sirkulasi udara.

Sementara fasilitas dasar di sekolah rakyat Trenggalek seperti toilet dan kamar mandi juga telah disediakan di area asrama.

“Untuk fasilitas di asrama menggunakan kipas angin, kemudian ada fasilitas umum seperti toilet dan kamar mandi. Kalau di kelas juga menggunakan kipas,” ujarnya.

Dilengkapi Masjid, Gedung Serbaguna hingga Laboratorium

Selain gedung sekolah dan asrama, kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Di antaranya terdapat masjid, gedung serbaguna, rumah ibadah, laboratorium yang terintegrasi di masing-masing gedung sekolah, hingga fasilitas olahraga.

“Di sini terdiri dari tiga gedung sekolah, SD, SMP, SMA, delapan asrama siswa, dua asrama guru, lalu bangunan penunjang seperti masjid, rumah ibadah dan gedung serbaguna. Gedung laboratorium juga menjadi satu dengan gedung sekolah,” jelas Alivio.

Ramah Disabilitas dan Miliki Fasilitas Olahraga

Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek juga memperhatikan aspek aksesibilitas.

Hampir seluruh bangunan sekolah telah dilengkapi jalur khusus bagi penyandang disabilitas sehingga lebih mudah diakses seluruh peserta didik.

“Untuk aksesibilitas, hampir semua ruangan di gedung sekolah sudah ada jalur akses disabilitas,” katanya.

Tak hanya itu, siswa nantinya juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga yang tersedia, seperti lapangan mini soccer dan dua lapangan basket.

Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru

Saat ini beberapa bangunan utama telah selesai secara fungsional, di antaranya gedung SMP, gedung serbaguna, serta masjid.

Pembangunan fasilitas lainnya masih terus dikebut agar seluruh kawasan siap digunakan sesuai target pemerintah.

“Sudah ada beberapa bangunan yang fungsional seperti gedung serbaguna, gedung SMP, dan masjid. Pembangunan tetap kami kerjakan terus agar sesuai dengan target dan visi misi yang diarahkan Bapak Presiden,” pungkas Alivio.