Inti Berita:
• Dispora Trenggalek membantah telah menolak pelaksanaan Piala Soeratin U-13 dan U-15.
• Polemik muncul karena benturan jadwal penggunaan Stadion Menak Sopal dengan penyewa lain.
• Askab PSSI Trenggalek mengaku terpaksa menunda sebagian agenda kompetisi akibat stadion telah dipesan pihak lain.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek dengan tegas membantah tudingan telah menolak pelaksanaan Piala Soeratin U-13 dan U-15 di stadion menak sopal.
Polemik penggunaan Stadion Menak Sopal yang sempat memicu ketegangan antara Dispora dan Askab PSSI Trenggalek disebut murni akibat benturan jadwal penggunaan stadion.
Persoalan tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Trenggalek, Selasa (23/6/2026), setelah Askab PSSI mengadukan potensi terganggunya agenda kompetisi sepak bola usia dini akibat stadion yang telah lebih dulu dipesan pihak lain.
Dispora Bantah Tudingan Menolak Izin Sewa Stadion
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan menegaskan instansinya tidak pernah mengeluarkan surat penolakan terhadap pelaksanaan Piala Soeratin maupun kegiatan olahraga lainnya.
“Kami menyampaikan kepada dewan bahwa tidak ada penolakan dari Dispora. Itu sudah kami sepakati bersama. Surat kami jelas hanya memberitahukan bahwa pada tanggal yang diajukan ketua pelaksana Piala Soeratin, stadion sudah ada penyewa,” ujar Arief, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, sebagai pengelola fasilitas olahraga milik daerah, Dispora tidak dapat secara sepihak membatalkan penggunaan stadion oleh pihak yang telah lebih dulu melakukan pemesanan.
“Tidak bisa serta-merta selaku dinas kami batalkan. Jadi harus ada komunikasi antara pihak-pihak penyewa dengan ketua pelaksana,” katanya.
Arief menambahkan, Dispora siap memfasilitasi seluruh pihak yang ingin memanfaatkan Stadion Menak Sopal untuk kegiatan olahraga maupun kegiatan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan memfasilitasi siapa pun yang akan menggunakan stadion untuk pelaksanaan event,” tegasnya.
Askab Khawatir Program Pembinaan Terganggu
Sementara itu, Ketua Panitia Piala Soeratin 2026 sekaligus pengurus Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto menjelaskan pihaknya datang ke DPRD karena khawatir sejumlah program kerja tidak dapat terlaksana akibat benturan jadwal penggunaan stadion.
Ia mengatakan Askab telah menjadwalkan pelaksanaan Piala Soeratin U-13 dan U-15 serta Piala Kemerdekaan Antar Pelajar tingkat SMP dan SMA sejak awal tahun dan memaparkannya pada Februari 2026.
“Ketika kami mengajukan izin penggunaan stadion untuk tanggal 23 dan 24 Juni serta 2 Juli, kami mendapatkan surat balasan yang intinya pada tanggal dan jam tersebut stadion sudah dipesan dan digunakan pihak lain,” kata Irfan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat panitia berkesimpulan bahwa stadion tidak dapat digunakan untuk pelaksanaan kompetisi yang telah direncanakan.
“Ini berpotensi program kerja kami tidak dapat terlaksana. Dan hari ini pun tanggal 23 kami sudah menunda satu hari untuk Piala Soeratin,” ujarnya.
Selain Piala Soeratin, Askab juga mengaku mengalami persoalan serupa saat mengajukan penggunaan stadion untuk Piala Kemerdekaan Antar Pelajar yang direncanakan berlangsung pada 20 hingga 27 Juli 2026.
Askab Soroti Penggunaan Stadion oleh Klub Lain
Irfan mengungkapkan informasi yang diterimanya menyebut stadion digunakan oleh klub sepak bola lain pada waktu yang diajukan Askab.
“Informasi yang kami terima itu dipakai oleh klub lain. Klub sepak bola,” katanya.
Menurut Irfan, penggunaan stadion untuk kegiatan sepak bola semestinya diketahui oleh Askab sebagai induk organisasi cabang olahraga sepak bola di tingkat kabupaten.
“Semestinya penggunaan stadion itu sepengetahuan PSSI. Karena untuk pengelolaan fasilitas keolahragaan ada induk cabang olahraga tertentu dan anggotanya juga semestinya melaporkan ke PSSI,” ujarnya.
Ia menyebut dari klub yang menggunakan stadion tersebut, hanya satu yang masih tercatat sebagai anggota aktif Askab PSSI Trenggalek.
“Yang pertama Poras itu anggota Askab. Yang kedua PS Kelutan, dulu pernah menjadi anggota Askab, tetapi dalam aturan organisasi PSSI jika dua tahun berturut-turut tidak mengikuti kompetisi resmi maka statusnya kadaluarsa. Satu lagi klub MNA dan itu belum mendaftarkan diri ke Askab,” jelas Irfan.











