Inti Berita:
• Bulog mengusulkan program baru Beras Kita Premium untuk menstabilkan harga beras premium yang sedang naik.
• Harga Beras Kita Premium diusulkan sekitar Rp14.900 per kilogram.
• Harga rata-rata beras premium nasional saat ini mencapai Rp15.455 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.766 per kilogram.
SUARA TRENGGALEK – Perum Bulog mengusulkan program baru bernama Beras Kita Premium sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras premium yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan di pasaran.
Program tersebut diharapkan menjadi instrumen tambahan pemerintah untuk menekan gejolak harga sekaligus menyediakan beras premium dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (8/6/2026).
“Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beras Kita Premium,” kata Ahmad usai rapat.
Menurutnya, konsep program tersebut akan mengadopsi mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang selama ini digunakan untuk menjaga stabilitas harga beras medium di pasaran.
Harga Beras Premium Naik, Beras Medium Masih Stabil
Ahmad menjelaskan, usulan Beras Kita Premium muncul karena harga beras medium saat ini masih relatif stabil. Sebaliknya, harga beras premium menunjukkan tren peningkatan yang perlu diantisipasi.
“Beras medium aman, stabil. Hanya beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan Program Beras Kita Premium, seperti beras SPHP,” ujarnya.
Dalam skema yang diusulkan, harga Beras Kita Premium dipatok sekitar Rp14.900 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata beras premium nasional saat ini.
Meski demikian, Ahmad menegaskan program tersebut masih berada pada tahap usulan dan belum memperoleh persetujuan resmi dari pemerintah.
“Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve,” ungkapnya.
Gunakan Stok Beras Pemerintah
Jika nantinya mendapat lampu hijau dari pemerintah, program Beras Kita Premium akan memanfaatkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog dengan pola distribusi serupa SPHP.
Melalui langkah tersebut, Bulog berharap dapat membantu menurunkan harga beras premium di tingkat konsumen sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Program SPHP sendiri selama ini berfungsi menjaga stabilitas harga beras medium melalui penyaluran cadangan beras pemerintah ke pasar ketika terjadi gejolak harga.
Harga Beras Premium Tembus Rp15.455 per Kilogram
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional beras medium saat ini berada di angka Rp13.766 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium tercatat mencapai Rp15.455 per kilogram, atau lebih tinggi sekitar Rp1.689 dibandingkan beras medium.
Karena itu, Bulog menilai perlu adanya instrumen baru untuk menjaga stabilitas harga pada segmen beras premium.
Saat ini usulan Beras Kita Premium masih dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta kementerian dan lembaga terkait.
“Sedang didiskusikan dulu, mudah-mudahan ada, sehingga nanti harga beras premium turun. As soon as possible, biar masyarakat tenang,” ujar Ahmad.











