Inti Berita:
• Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori, memulai 100 hari kerja dengan memetakan persoalan layanan air bersih.
• Fokus pembenahan meliputi kebocoran pipa, optimalisasi reservoir Bukit Jaas, dan pemerataan tekanan air pelanggan.
• Perusahaan juga melakukan peremajaan meter air untuk menekan angka kehilangan air.
SUARA TRENGGALEK – Memasuki bulan kedua masa jabatannya sebagai Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek, Khoirul Ansori memilih fokus melakukan pemetaan berbagai persoalan layanan air bersih sebelum menjalankan program-program baru.
Direktur yang dilantik pada 1 April 2026 itu mengatakan program 100 hari kerja yang menjadi bagian dari kontraknya dengan Bupati Trenggalek dibagi ke dalam tiga tahapan utama, yakni pemetaan masalah, implementasi solusi, dan evaluasi hasil pelaksanaan.
100 Hari Kerja Direktur Baru
“100 hari kerja ini kami bagi tiga, pertama pemetaan masalah, kedua implementasi, ketiga realisasi hasil pemetaan masalah dan evaluasi dari kegiatan yang kami laksanakan,” ujar Khoirul.
Menurutnya, selama 30 hari pertama pihaknya melakukan inventarisasi berbagai persoalan internal maupun teknis yang selama ini memengaruhi kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan sejumlah pembenahan yang kini mulai dijalankan.
Kebocoran Jaringan Pipa
Salah satu prioritas utama adalah penanganan kebocoran jaringan pipa transmisi dan distribusi yang selama ini menjadi penyebab tingginya kehilangan air.
Selain itu, Perumda Tirta Wening juga melakukan pembenahan jembatan pipa di jalur Watulimo-Prigi yang menjadi bagian penting dalam sistem distribusi air bersih.
Manajemen juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ground reservoir di Bukit Jaas yang selama ini dinilai belum berfungsi maksimal.
“Ground di Bukit Jaas memiliki kapasitas yang cukup besar, sehingga kami ingin mengoptimalkan pemanfaatannya agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik,” kata Khoirul.
Optimalisasi reservoir tersebut diharapkan mampu meningkatkan stabilitas pasokan air bagi pelanggan, khususnya yang selama ini bergantung pada sistem distribusi melalui jalur bypass.
Temukan Ketimpangan Air di Pelanggan
Selain persoalan kebocoran, Perumda Tirta Wening juga menemukan ketimpangan tekanan air di sejumlah wilayah pelayanan.
Dalam beberapa kasus, pelanggan yang berada di lokasi berdekatan menerima tekanan air yang berbeda, di mana sebagian memperoleh aliran yang cukup kuat sementara pelanggan lainnya mengalami tekanan rendah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan berencana memasang air valve dan stalpot yang berfungsi sebagai pengatur sekaligus pengaman tekanan air dalam jaringan distribusi.
Di sisi lain, program peremajaan meter air pelanggan juga mulai dijalankan. Langkah ini dilakukan karena sebagian meter pelanggan telah melewati usia teknis sehingga berpotensi memengaruhi akurasi pencatatan pemakaian air.
Program meterisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan angka kehilangan air yang selama ini masih menjadi tantangan dalam pengelolaan layanan air bersih.
Peningkatan Kapasitas di Gandusari dan Kampak
Tak hanya itu, Perumda Tirta Wening juga tengah menyiapkan peningkatan kapasitas jaringan distribusi di wilayah Gandusari dan Kampak.
Jaringan pipa yang saat ini menggunakan diameter 1,5 inci direncanakan ditingkatkan menjadi 3 inci guna memperbesar kapasitas aliran air.
Manajemen berharap peningkatan kapasitas jaringan tersebut dapat memperbaiki tekanan air sekaligus mewujudkan pemerataan distribusi bagi pelanggan, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami gangguan pasokan air bersih.











