PERISTIWA

2 Dapur MBG di Trenggalek Kena Suspend, SPPG Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan Yayasan Darussalam Al Yunusiah

×

2 Dapur MBG di Trenggalek Kena Suspend, SPPG Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan Yayasan Darussalam Al Yunusiah

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto.
Inti Berita:
• Dua dapur MBG di Trenggalek disuspend karena sarpras belum memenuhi standar dan belum memiliki sertifikat sanitasi.
• Dapur yang disuspend yakni SPPG Pule Jombok 2 dan SPPG Durenan Sumbergayam.
• Satgas MBG memastikan suspend bersifat sementara sambil menunggu proses pembenahan dan pemenuhan syarat operasional.

SUARA TRENGGALEK – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjatuhkan sanksi suspend kepada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek.

Dua dapur MBG yeng mendapatkan sanksi suspend atau pemberhentian operasional tersebut karena belum memenuhi standar sarana dan prasarana.

Dua dapur MBG tersebut yakni SPPG Pule Jombok 2 milik Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan SPPG Durenan Sumbergayam milik Yayasan Darussalam Al Yunusiah.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, membenarkan penghentian sementara operasional kedua dapur tersebut.

“Benar, yaitu SPPG Pule Jombok 2 Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah suspend mulai 21 Mei 2026, kemudian SPPG Durenan Sumbergayam Yayasan Darussalam Al Yunusiah mulai 18 Mei 2026,” ujar Sunarto.

Menurutnya, keputusan suspend dilakukan karena kedua dapur MBG masih memiliki kekurangan dalam aspek sarana dan prasarana.

Selain itu, keduanya juga belum memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi yang menjadi syarat penting operasional dapur MBG.

“Kedua SPPG suspend karena sarana dan prasarana yang masih di bawah standar dan dari data kami dua SPPG itu juga belum mempunyai Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi,” jelasnya.

Diketahui, SPPG Durenan Sumbergayam mulai beroperasi sejak 27 November 2025. Sedangkan SPPG Pule Jombok 2 mulai menjalankan layanan pada 10 November 2025.

Meski disuspend, Satgas MBG Trenggalek menegaskan penghentian operasional tersebut bukan penutupan permanen.

Saat ini pihak satgas masih melakukan pembinaan dan supervisi berkala agar kedua dapur MBG bisa memenuhi standar layanan pemenuhan gizi.

“Untuk yang kami lakukan dari Satgas, pembinaan berkala dan supervisi pemenuhan standar,” katanya.

Selain dua dapur tersebut, satu dapur MBG lain yakni SPPG Srabah, Bendungan milik Yayasan Bamboe Future juga masih belum kembali beroperasi usai terkena suspend sebelumnya.

Namun, Sunarto menyebut proses pembenahan di dapur MBG tersebut telah selesai dilakukan dan kini tinggal menunggu izin operasional kembali.

“Sementara untuk SPPG Srabah, Bendungan Yayasan Bamboe Future belum beroperasi kembali pasca disuspend. Prosesnya saat ini permohonan operasi kembali karena proses pembenahan sudah selesai dilakukan dan sudah melengkapi persyaratan,” tandasnya.