Inti Berita:
• Balita 3 tahun di Trenggalek meninggal tenggelam di kubangan bekas tambang.
• Polisi pastikan kejadian murni musibah, tanpa unsur kekerasan.
• Korban bermain bersama temannya sebelum terpeleset dan tenggelam.
• Jenazah sempat diperiksa di puskesmas lalu dimakamkan malam hari.
• Insiden ini soroti bahaya area tambang dan pentingnya pengawasan anak.
SUARA TRENGGALEK – Suasana duka menyelimuti Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Seorang balita berinisial D (3) meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas galian tambang tanah liat, Senin (13/4/2026) sore.
Kapolsek Tugu, AKP Sunawir, memastikan peristiwa tersebut merupakan musibah. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban bermain di kubangan air tersebut, lalu warga menemukannya dalam kondisi sudah meninggal dunia di lokasi. Setelah tim medis Puskesmas memeriksa korban, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu tengah berkunjung ke rumah neneknya di Desa Banaran. Ia kemudian bermain di area tambang bersama temannya, F (3,5).
Peristiwa nahas terjadi saat F hendak mengajak korban pulang, namun tidak lagi menemukan keberadaan D. Setelah mencari di sekitar lokasi, F melihat korban sudah mengapung di permukaan air bekas galian dan segera meminta bantuan warga.
Mendengar laporan tersebut, kakek korban, Mulyadi (63), langsung menuju lokasi. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas.
Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka. Polisi sempat membawa jenazah ke puskesmas untuk memastikan penyebab kematian sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada keluarga.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Setelah pemeriksaan di puskesmas selesai, jenazah langsung kami serahkan ke keluarga untuk proses pemakaman,” tambah AKP Sunawir.
Korban dimakamkan di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, pada Senin malam. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan memilih segera memakamkan jenazah.
Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keamanan di area tambang terbuka serta pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, khususnya saat bermain di lokasi berisiko tinggi.











