Inti Berita,
• Dispora Trenggalek gandeng OKP dan aktivis mahasiswa susun program bersama.
• Program fokus pada pendekatan bottom-up agar sesuai kebutuhan pemuda.
• Pelatihan kewirausahaan, digitalisasi, hingga sektor kerja jadi prioritas.
• Dispora dorong magang dan kerja sama dengan dunia usaha.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek terus memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan (OKP) guna mendorong program pemberdayaan pemuda berbasis kolaborasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menyampaikan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah OKP dan aktivis mahasiswa untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan program bersama.
“Hari ini sudah sekitar empat OKP yang kita datangi, termasuk teman-teman aktivis mahasiswa seperti GMNI. Yang masih menjadwalkan ulang itu PMII,” ujarnya.
Menurut Arief, pendekatan yang dilakukan Dispora sama seperti kepada cabang olahraga, yakni menghadirkan program yang lahir dari kebutuhan bawah (bottom-up). Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.
“Kita ingin program itu berasal dari bawah. Kita mendapatkan masukan dari teman-teman, lalu kita ajak kolaborasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, peran Dispora tidak selalu dalam bentuk dukungan anggaran, tetapi lebih pada fasilitasi dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Fasilitasi itu belum tentu tentang anggaran. Tapi yang penting kita hadir dan bisa mengolaborasikan kebutuhan teman-teman OKP,” katanya.
Arief mencontohkan, jika organisasi kepemudaan membutuhkan pelatihan, Dispora akan menggandeng instansi terkait, seperti pelatihan kewirausahaan bersama dinas koperasi, digitalisasi dengan Dinas Kominfo, hingga sektor pertanian, pariwisata, dan ketenagakerjaan.
Selain itu, Dispora juga berencana menjajaki kerja sama dengan organisasi dunia usaha seperti HIPMI, Kadin, serta komunitas Tangan Di Atas (TDA) untuk mendukung pengembangan kapasitas pemuda.
“Setelah pelatihan, kita juga ingin ada pendampingan dan kesempatan magang. Jadi mereka tidak hanya dilatih, tapi bisa langsung mengaplikasikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peluang kolaborasi juga terbuka dengan sektor perbankan dan lembaga lain yang fokus pada pengembangan UMKM maupun peningkatan kapasitas tenaga kerja.
“Program dari OKP nanti kita sharing dan inventarisasi, mana yang bisa kita kolaborasikan,” pungkasnya.











