PERISTIWA

Pria Asal Ponorogo Ditemukan Meninggal di Hutan Bendungan Trenggalek

×

Pria Asal Ponorogo Ditemukan Meninggal di Hutan Bendungan Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Penemuan mayat di Trenggalek
Petugas saat melakukan evakuasi penemuan mayat di Trenggalek.

Inti Berita,

  • Lansia asal Ponorogo ditemukan meninggal di hutan Bendungan, Trenggalek.
  • Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 21 Maret 2026.
  • Tidak ada tanda kekerasan, diduga meninggal karena kelaparan dan hipotermia.
  • Keluarga menerima sebagai musibah dan menolak autopsi.

SUARA TRENGGALEK – Seorang pria lanjut usia asal Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Perhutani Petak 12 Dompyong, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026).

Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Korban diketahui bernama Nandim (80), warga Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.

Penemuan bermula sekitar pukul 10.30 WIB saat seorang warga setempat, hendak mencari rumput di kawasan hutan. Ia mencium bau menyengat dan menemukan sesosok mayat laki-laki.

“Karena takut, saksi kemudian pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT, lalu diteruskan ke kepala desa dan dilaporkan ke Polsek Bendungan,” jelas AKP Rudi.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Bendungan bersama tim medis Puskesmas Bendungan dan perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi, ciri-ciri korban cocok dengan informasi orang hilang yang sebelumnya beredar di grup WhatsApp “Lintas Sektor Bendungan”. Korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak 21 Maret 2026.

Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan korban telah meninggal dunia dengan kondisi perut membengkak. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Dari hasil visum luar dan keterangan saksi, korban diduga meninggal akibat kelaparan dan hipotermia,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban, yakni baju batik lengan panjang, celana panjang, dan songkok warna hitam.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Polsek Sooko, Ponorogo, untuk mencocokkan identitas korban dengan laporan orang hilang, dan hasilnya dinyatakan sesuai.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara Islam.