SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghadirkan berbagai layanan publik dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Jami’ Darussalam, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, yang hadir mewakili Mochamad Nur Arifin selaku Bupati Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda meninjau langsung pelayanan masyarakat melalui program Makaryo Ning Desa Hebat (Mening Deh).
Program ini merupakan upaya Pemkab Trenggalek untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah.
Sejumlah layanan yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), cek kesehatan gratis, layanan sosial, pemeriksaan kesehatan hewan, serta Samsat Keliling.
Selain layanan adminduk, masyarakat juga banyak memanfaatkan layanan pengajuan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi penerima bantuan iuran (PBI).
Hal ini menyusul banyaknya kepesertaan warga yang sebelumnya dinonaktifkan oleh pemerintah pusat.
“Pak Bupati menginstruksikan agar kegiatan pelayanan Mening Deh dilaksanakan dalam rangkaian Safari Ramadhan. Di Kecamatan Panggul ini saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan ini dengan baik, mengingat jarak tempuh Panggul yang cukup jauh dari kantor-kantor pelayanan kita,” kata Edy Soepriyanto.
Ia menambahkan, berbagai layanan sengaja dihadirkan agar masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan secara langsung di wilayahnya.
“Hari ini juga ada tim kesehatan hewan yang keliling ke rumah-rumah warga untuk melakukan pengobatan, terutama pencegahan PMK. Kemudian ada layanan dari Dinas Sosial, di mana banyak masyarakat mengajukan pengaktifan kembali BPJS Kesehatan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Edy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kelangkaan blangko e-KTP. Menurutnya, kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi di Trenggalek, tetapi juga secara nasional.
Sementara terkait layanan Samsat, ia turut menyosialisasikan kebijakan Gubernur Jawa Timur yang tidak menaikkan pajak kendaraan bermotor seperti di beberapa daerah lain.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk tertib membayar pajak kendaraan.
Selain pelayanan publik, Sekda Trenggalek juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong.
Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, berbagai program pembangunan tidak hanya cukup menjadi program pemerintah semata, tetapi perlu menjadi gerakan bersama masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa mewujudkan Trenggalek yang lebih baik,” pungkasnya.











