PERISTIWA

Lansia di Trenggalek Dapat Becak Listrik Dari Presiden Prabowo, Mas Syah: Jangan Dijual

×

Lansia di Trenggalek Dapat Becak Listrik Dari Presiden Prabowo, Mas Syah: Jangan Dijual

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Penyerahan becak listrik kepada lansia di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 200 warga Kabupaten Trenggalek menerima bantuan becak listrik dari Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, bersama Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Minggu (11/1/2026).

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara mengatakan bantuan becak listrik itu merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil, khususnya tukang becak lansia.

Ia mengingatkan para penerima agar menjaga bantuan tersebut dan tidak memindahtangankan atau menjualnya.

“Jangan sampai dipindah tangankan atau dijual, sehingga bantuan selanjutnya akan tetap diserahkan ke Trenggalek,” ujar Syah.

Syah juga berharap Presiden Prabowo suatu saat dapat berkunjung langsung ke Trenggalek untuk menyapa masyarakat. Menurutnya, Presiden Prabowo dikenal sebagai sosok yang tulus dan ikhlas dalam memikirkan nasib rakyat.

Salah satu penerima bantuan, Ahmad (70), mengaku bersyukur dan senang menerima becak listrik tersebut. Ia menilai bantuan itu sangat membantu dirinya dan ratusan tukang becak lain di Trenggalek.

“Terima kasih Pak Prabowo, semoga sehat selalu,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan GSN yang juga Presiden Becak Indonesia, Nanik S. Deyang, menjelaskan pemberian becak listrik didasari rasa kasih sayang Presiden Prabowo kepada rakyat, khususnya tukang becak lansia.

Presiden merasa prihatin melihat warga lanjut usia masih harus mengayuh becak untuk mencari nafkah.

Melalui Prabowo Foundation yang kini menjadi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, bantuan becak listrik telah disalurkan sejak 2024. Di Trenggalek, bantuan tahap awal berupa 26 becak listrik telah diberikan pada 2024 sebagai uji coba.

“Hari ini tahap kedua, kami menyerahkan 200 becak listrik. Insyaallah ke depan masih ada tahap berikutnya,” kata Nanik.

Ia menambahkan, pada tahap awal bantuan diprioritaskan bagi tukang becak berusia 60 tahun ke atas. Namun ke depan, bantuan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima.

Terkait pengisian daya, Nanik menjelaskan becak listrik dapat diisi ulang menggunakan listrik 450 watt dan dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk kantor kecamatan maupun kantor pemerintah daerah.

Untuk mencegah pemindahtanganan becak listrik, Yayasan GSN bekerja sama dengan pemerintah daerah serta aparat terkait. Langkah ini diambil agar kejadian penjualan becak oleh pihak keluarga, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, tidak terulang.

“Tujuan bantuan ini agar para tukang becak lansia memiliki aset sendiri di usia tua, sehingga tetap bisa mencari nafkah dengan lebih layak dan bermartabat,” pungkasnya.