SUARA TRENGGALEK – Satuan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 684 kegiatan penyelamatan non kebakaran sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, animal rescue menjadi layanan yang paling banyak ditangani petugas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, mengatakan tingginya layanan non kebakaran menunjukkan meningkatnya peran Damkar dalam membantu masyarakat di luar penanganan kebakaran.
“Selama tahun 2025, kami menangani 684 kegiatan penyelamatan non kebakaran, dengan dominasi pada animal rescue,” ujar Wasis.
Berdasarkan data Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran, dari total tersebut 607 kejadian merupakan animal rescue.
Selain itu, Damkar Trenggalek menangani empat kejadian water rescue, dua kejadian pohon tumbang, serta 71 kegiatan non kebakaran lainnya.
Pada layanan animal rescue, penanganan paling banyak dilakukan terhadap ular sebanyak 302 kejadian dan sarang tawon sebanyak 264 kejadian.
Selebihnya meliputi evakuasi biawak 18 kejadian, kucing 12 kejadian, burung empat kejadian, kera tiga kejadian, tokek dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian anjing dan trenggiling.
Selain penyelamatan satwa, petugas Damkar Trenggalek juga menangani berbagai kejadian non kebakaran lainnya, seperti evakuasi orang atau balita yang terkunci di dalam ruangan.
Evakuasi orang jatuh ke sumur, pelepasan cincin, evakuasi kendaraan, pembersihan material pascabencana, serta pencarian dan pertolongan korban bencana.
“Layanan non kebakaran ini menjadi bagian penting dari tugas kami karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” pungkas Wasis.











