PERISTIWA

Penempelan Stiker Penerima Bansos di Trenggalek Tak Lagi Efektif, Kesadaran Warga Jadi Kunci

×

Penempelan Stiker Penerima Bansos di Trenggalek Tak Lagi Efektif, Kesadaran Warga Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Ilustrasi.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek menilai penempelan stiker penanda keluarga miskin sudah tidak lagi efektif untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan sosial, seiring cepatnya perubahan data kesejahteraan masyarakat.

Upaya yang saat ini diperlukan adalah kesadaran semua pihak. Semua elemen masyarakat yang diharapkan dapat saling mengingatkan jika terdapat warga yang tidak memperoleh bantuan maupun adanya bantuan yang tidak tepat sasaran.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe, mengatakan dinamika kondisi sosial ekonomi warga berubah sangat cepat, sehingga metode penandaan visual seperti stiker berpotensi tidak relevan dalam waktu singkat.

“Untuk saat ini penempelan stiker kami rasa tidak efektif, karena perpindahan data kesejahteraan itu sangat cepat,” ujar Soelung.

Menurut dia, status kesejahteraan warga bisa berubah dalam hitungan bulan, baik karena peningkatan ekonomi, hasil pemutakhiran data melalui musyawarah desa (Musdes), maupun faktor lain seperti meninggal dunia.

“Ketika saat ini kita tempelkan warga itu miskin, kita tidak tahu bulan depan atau tiga bulan lagi setelah Musdes orang tersebut tingkat kesejahteraannya berubah atau tidak, atau bahkan orang tersebut meninggal. Jadi itu juga kurang efektif,” jelasnya.

Selain aspek akurasi data, Soelung menambahkan penempelan stiker juga dinilai kurang efisien dari sisi anggaran. Pasalnya, pengadaan stiker membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara alokasi anggaran pemerintah daerah terbatas.

“Dari segi efisiensi anggaran juga terbatas, karena stiker itu membutuhkan dana yang tidak sedikit,” kata dia.

Sebagai alternatif, Dinsos Trenggalek mendorong penguatan pemutakhiran data kesejahteraan melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurut Soelung, kesadaran kolektif menjadi kunci agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

“Untuk menanggulangi itu butuh kesadaran semua pihak. Semua elemen masyarakat diharapkan saling mengingatkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika masyarakat mengetahui ada warga yang membutuhkan bantuan namun belum terdata, maka dapat segera dilaporkan ke pemerintah desa agar ditindaklanjuti dalam Musdes.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, monggo dilaporkan ke desa. Ini waktunya Musdes, ayo kita mutakhirkan data supaya bantuan sosial itu tepat sasaran,” pungkas Soelung.