PERISTIWA

​2 Sekolah Terdampak Dugaan Keracunan MBG, SPPG Tamanan Trenggalek Berhenti Sementara

×

​2 Sekolah Terdampak Dugaan Keracunan MBG, SPPG Tamanan Trenggalek Berhenti Sementara

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Ompreng MBG di ruang gedung SMPN 1 Trenggalek sebelum dibagikan kepada siswa, MBG yang diberikan SPPG pada Rabu (12/8/2026).
Inti Berita:
• SPPG Tamanan, Trenggalek
menghentikan sementara layanan MBG setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat. • Sebanyak 441 penerima manfaat dari dua sekolah tercatat mengalami keluhan berdasarkan pendataan sementara.

SUARA TRENGGALEK – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah menghentikan sementara layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat di sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek.

Langkah menghentikan sementara layanan itu dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8/2026).

Koordinator Wilayah SPPG Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla mengatakan SPPG Tamanan untuk sementara tidak melayani distribusi MBG kepada penerima manfaat.

“Untuk sementara berhenti dulu karena untuk menunggu hasil lab yang dilakukan apakah berasal dari makanan atau seperti apa, untuk sementara SPPG ini tidak bisa melayani ke penerima manfaat dan sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Sheilla.

Menurut Sheilla, penghentian layanan dilakukan hingga terdapat kepastian mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.

Penelusuran Penerima Manfaat

Selain menghentikan sementara layanan, pihak SPPG bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan penelusuran terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan.

Penelusuran tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Polres Trenggalek, Kodim, serta pihak terkait lainnya.

“Pastinya yang kami lakukan antar stakeholder baik dari dinas kesehatan, dari Polres dan Kodim maupun pihak lainnya, intinya kami sangat kami sudah tindak lanjuti ke masing-masing sekolahan berapa yang terdampak dan berapa yang tidak terdampak dan bagaimana yang mereka rasakan yang dikonsumsi,” ujarnya.

Sampel Makanan Diperiksa di Surabaya

Sementara itu, Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riayantana, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah pemeriksaan terhadap sampel makanan.

Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (12/8/2026). Sampel awalnya akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), namun kemudian dibawa ke Surabaya karena Labkesda tidak dapat melakukan pemeriksaan tersebut.

“Untuk terkait dugaan keracunan itu dari pihak SPPG melakukan laboratorium makanan, hari ini Rabu (12/08/2026), di Labkesda dan kebetulan Labkesda tidak bisa kemudian akhirnya di Surabaya,” kata Alfian.

441 Penerima Manfaat Mengalami Keluhan

SPPG Tamanan diketahui melayani distribusi MBG untuk 11 sekolah dan satu posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

“Untuk SPPG Tamanan sendiri melayani 11 sekolah dan 1 Posyandu, untuk jumlahnya sendiri 2.089,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara SPPG, penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari dua sekolah.

Di SMPN 1 Trenggalek tercatat sebanyak 421 penerima manfaat, sedangkan di SD Islam Lukman Hakim terdapat 20 penerima manfaat yang mengalami keluhan.

Dengan demikian, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 441 penerima manfaat dari dua sekolah yang mengalami keluhan.

Hingga pemeriksaan laboratorium selesai, penyebab gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan dan penelusuran pihak terkait.

Tag:
Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR